Koordinator tim, Ani Rahmawati, menyebutkan olahan kulit manggis sangat bermanfaat bagi tubuh. Namun ia mengatakan sampai saat ini pemanfaatan kulit manggis belum maksimal.
Selama ini kulit manggis hanya dibuat dalam obat suplemen dan jus. Orang masih beranggapan, kulit manggis masih jauh kalah lezat dibanding buahnya.
"Sebagian besar masyarakat membuang begitu saja kulit manggis tersebut setelah diambil dagingnya," ujar mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia UNY itu di Yogyakarta, pada pekan ini.
Sementara anggota tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan lainnya Kyki Roshita Dewi dan Yuyun Amsari, menilai es krim merupakan salah satu olahan makanan yang mudah dibuat dan cocok dinikmati kapan saja.
Menurutnya, rasa es krim tersebut enak dan tidak terasa pahit seperti rasa kulit manggis sebelum diolah. Es krim kulit manggis itu diproduksi dengan tiga variasi rasa, yakni rasa cokelat, vanila, dan stroberi.
Ani dan rekan-rekannya menilai kulit manggis perlu semakin diperhatikan nilai ekonomis dan kesehatannya. Pasalnya, kulit manggis memang diketahui banyak mengandung senyawa antioksidan dan anti-kanker.
"Kulit manggis mengandung zat yang baik untuk kesehatan yakni senyawa golongan xanton. Dari percobaan isolasi yang dipandu uji aktivitas diketahui senyawa paling aktifnya adalah alfa-mangostin, gamma-mangostin, dan garsinon-E," ujar Ani. (Antara).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News