Memotong tumpeng sebaiknya jangan dari atas (Foto:MI/Ramdani)
Memotong tumpeng sebaiknya jangan dari atas (Foto:MI/Ramdani)

Awas! Jangan Potong Tumpeng dari Atas

Dwi Ayu Rochani • 29 Juni 2014 15:54
medcom.id, Jakarta: Tumpeng merupakan sajian nasi kuning yang dibentuk kerucut dengan aneka lauk pauk yang ditempatkan dalam tampah (nampan besar/anyaman bambu).
 
Tumpeng sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya ketika memperigati momen dan peristiwa penting. Diawali oleh masyarakat di Pulau Jawa, Madura, dan Bali, kini penggunaan tumpeng sudah menyebar ke pelosok nusantara, bahkan hingga ke mancanegara seperti Malaysia, Singapura, dan Belanda.
 
Di balik popularitas tumpeng, tak banyak yang tahu cara memotong tumpeng yang benar. Selama ini, kita terbiasa memotong tumpeng dari puncak. Ternyata, itu salah.

"Sebenarnya sejak 10 tahun lalu, tumpeng itu tidak boleh dipotong dari atas atau puncaknya. Melainkan harus dari bawah," ucap pakar kuliner Indonesia, William Wongso.
 
"Yang benar, tumpeng dikerok dari bawah. Nanti yang bagian puncak itu akan turun," tambahnya.
 
William memiliki alasan mengapa tumpeng harus dipotong dari bawah. Alasan ini terkait dengan filosofi bentuk tumpeng yang mengerucut.
 
"Tumpeng yang puncak itu kan artinya pemerintahan, yang di bagian bawah diartikan sebagai masyarakat atau kemakmuran. Jika kita potong bagian puncaknya dulu, berarti nanti akan terputus hubungan pemerintah dan masyarakat. Makanya, ada baiknya kita potong tumpeng dari bawah," jelasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA