Jejak sejarah di Desa Nyambu (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)
Jejak sejarah di Desa Nyambu (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)

Menengok Jejak Historis Peradaban Hindu di Desa Nyambu

Putu Radar Bahurekso • 01 Mei 2016 17:53
medcom.id, Tabanan: Jejak-jejak sejarah di Desa Nyambu terawat dengan baik. Di desa tersebut terdapat beberapa pura yang berdiri sejak zaman Kerajaan Kediri (abad 8 hingga 12).
 
Pun ada desa yang berdiri sezaman dengan Kerajaan Majapahit (abad ke-13), dan usai runtuhnya Kerajaan Majapahit.
 
Tempat-tempat tersebut bisa dikunjungi saat melakukan tur Susur Budaya. Selain mengetahui perkembangan budaya Bali yang ada di Desa Nyambu, pengunjung juga diberi tahu dan dijelaskan mengenai jejak-jejak historis perkembangan agama Hindu di tempat ini.

Metrotvnews.com berkesempatan mengikuti Tur Susur Budaya yang dimulai dari Pura Rsi, sebuah pura yang dibuat pada tahun 1414 Caka. Pura itu dibuat oleh seorang pendeta dari Kerajaan Majaahit bernama Dang Hyang Nirartha.
 
"Dang Hyang Nirartha adalah orang suci dan pendeta dari Kerajaan Majapahit. Waktu datang ke Bali, dia menyembuhkan wabah penyakit di desa yang ada di wilayah Kabupaten Negara. Kabar tersebut tersiar hingga ke beberapa wilayah Bali. Setelahnya, dia dicari oleh para raja di Bali. Kemudian pada tahun 1414 Caka, dia datang ke Desa Nyambu dan mendirikan sebuah tempat ibadah bernama Pura Rsi," tutur I Wayan Gede Eka, Krama DWE Nyambu, anggota pemandu wisata Desa Wisata Ekologis Nyambu), pada Sabtu (30/4/2016).
 
Menengok Jejak Historis Peradaban Hindu di Desa Nyambu
Hutan milik pura (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)
 

Masuk lebih dalam melewati Pura Rsi, di tengah sawah berdiri Pura Wisesa yang juga dibangun oleh Dang Hyang Nirartha untuk bersemedi.
 
Berdekatan dengan kedua pura tersebut, terdapat sebuah hutan yang disebut "hutan milik pura." Hutan itu tidak memiiki sertifikat kepemilikan, namun kepemilikan hutan ini dimiliki oleh pura.
 
"Ini adalah hutan milik pura. Kenapa milik pura? Menurut kepercayaan kami, karena hutan ini adalah tempat tinggalnya para pengawal dari para Dewa yang ada di pura. Dewa tinggalnya di pura. Para pengawalnya tinggal di hutan ini," jelas I Wayan Gede Eka.
 
Beberapa pura yang dibuat pada masa Kerajaan Kediri juga diperlihatkan. Seperti Pura Bale Agung. Perbedaan antara pura pada masa sebelum Majapahit dan era Majapahit terlihat dari desain dan fungsi pura.
 
Jejak-jejak sejarah mengenai perkembangan peradaban Hindu di Bali terdapat di desa ini.
 
Jika Anda berkunjung ke Bali, sempatkan datang ke Desa Nyambu. Bali tak hanya memiliki pemandangan cantik. Sangat menarik untuk mengenal sisi historis tentang perkembangan agama Hindu di Bali.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA