Jakarta: Grup musik J-Rocks akan menghadirkan penampilan spesial dengan membawakan lagu-lagu legendaris milik band rock asal Jepang, L'Arc-en-Ciel, dalam format tribute di The Sounds Project Vol. 9: Beyond Memories. Penampilan tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari ketiga festival, Minggu, 9 Agustus 2026.
J-Rocks yang digawangi Iman (vokal/gitar), Sony (gitar), Wima (bass), dan Anton (drum) memang dikenal sebagai salah satu pelopor musik J-Rock di Indonesia. Sejak awal kemunculannya pada era 2000-an, band ini identik dengan nuansa alternative rock, pop rock, serta gaya Harajuku yang terinspirasi dari skena musik Jepang.
Vokalis J-Rocks, Iman, mengungkapkan bahwa L'Arc-en-Ciel merupakan salah satu alasan utama terbentuknya J-Rocks. Menurutnya, seluruh personel memiliki kekaguman yang sama terhadap band yang digawangi Hyde tersebut.
"L'Arc-en-Ciel sangat menginspirasi. Jadi, J-Rocks itu terbentuk karena kami suka L'Arc-en-Ciel. Kami sama-sama suka L'Arc-en-Ciel, lalu kami juga suka Muse. Makanya J-Rocks itu seperti penggabungan dari dua pengaruh tersebut," ujar Iman kepada Medcom.id saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Juli 2026.
Iman mengaku mulai mengenal L'Arc-en-Ciel sejak duduk di bangku SMP hingga SMA. Saat itu, ia terkesan dengan warna musik band asal Jepang tersebut yang memadukan berbagai unsur genre.
"L'Arc-en-Ciel itu, bagaimana ya, waktu pertama kali dengar saat SMP atau SMA, musiknya terdengar kayak, 'Wah, ini unik banget.' Karena di situ ada unsur punk, ada jazz, ada rock, dan segala macam ada di situ. Itulah yang membuat saya tertarik," tuturnya.
Kecintaan terhadap L'Arc-en-Ciel bahkan menjadi fondasi awal perjalanan J-Rocks. Sebelum memiliki karya sendiri, mereka lebih dulu membawakan lagu-lagu band tersebut di berbagai kesempatan.
"Akhirnya, saat membuat proyek J-Rocks, pada awalnya kami memang membawakan lagu-lagu L'Arc-en-Ciel. Waktu itu yang pertama kali kami cover adalah Shinsoku (Lose Control)," kenangnya.
Tak hanya terinspirasi dari sisi musikal, Iman juga mengaku mengidolakan sosok Hyde sebagai vokalis L'Arc-en-Ciel. Sementara itu, permainan bass melodis Tetsuya turut memberi pengaruh besar terhadap gaya bermain Wima.
Ketika diminta menyebut lagu favoritnya, Iman mengaku sulit memilih. Namun, ada dua lagu yang memiliki makna khusus baginya, yakni "Honey" dan "Niji".
"Sebenarnya lagu L'Arc-en-Ciel banyak sekali yang saya suka. Namun kalau harus memilih, mungkin Honey dan Niji," ujarnya.
Menurut Iman, "Honey" menjadi lagu yang membuatnya semakin jatuh cinta pada L'Arc-en-Ciel setelah pertama kali mendengarnya dari CD yang dibawa seorang temannya dari Jepang.
"Kenapa 'Honey'? Karena saat itu saya pertama kali mendengar lagu Honey dari CD yang diberikan teman saya dari Jepang, waktu masih SMA. Pas mendengar lagu itu saya langsung berpikir, 'Wah, keren banget nih lagunya.' Itu yang membuat saya sangat tertarik," katanya.
Ia juga mengenang masa ketika soundtrack anime dan film Jepang mulai populer di Indonesia. Saat itu, lagu-lagu seperti "Niji" dan" Fourth Avenue Cafe" menjadi soundtrack yang kerap didengarkannya semasa sekolah.
"Setelah itu tentu saya suka lagu-lagu yang lain. Tapi sebelumnya kami memang sempat berada di era Samurai X. Waktu SMP kelas tiga, kalau tidak salah, saya sering mendengarkan Niji dan Fourth Avenue Cafe," tutup Iman.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan