Festival Director The Sounds Project, Gerhana Banyubiru (Foto: Medcom/Basuki)
Festival Director The Sounds Project, Gerhana Banyubiru (Foto: Medcom/Basuki)

Awalnya Acara Kampus, The Sounds Project Kini Jadi Festival Musik Besar di Indonesia

Basuki Rachmat • 14 Juli 2026 20:22
Ringkasnya gini..
  • The Sounds Project Vol. 9 siap digelar 7-9 Agustus 2026 dengan lebih dari 120 musisi Indonesia dan mancanegara.
  • Mengusung tema Beyond Memories, The Sounds Project ingin menciptakan pengalaman festival yang membekas seumur hidup bagi pengunjung.
  • The Sounds Project Vol. 9 hadirkan tribute band dan nostalgia era 2000-an lewat kolaborasi The Changcuters, Vierra, Nidji, dan Kotak.
Jakarta: Festival musik The Sounds Project akan kembali digelar melalui edisi kesembilannya bertajuk Beyond Memories pada 7-9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta. Menghadirkan lebih dari 120 musisi Indonesia dan mancanegara, penyelenggaraan tahun ini menjadi edisi terbesar sekaligus paling ambisius sepanjang sejarah festival tersebut.
 
Festival Director The Sounds Project, Gerhana Banyubiru atau akrab disapa Ghana, mengaku bersyukur melihat perjalanan festival yang berawal dari sebuah acara sederhana di lingkungan Universitas Gunadarma, hingga kini berkembang menjadi salah satu festival musik terbesar di Indonesia.
 
"Pastinya bersyukur sih. Kami benar-benar enggak pernah kebayang Sounds Project yang awalnya cuma project buat teman-teman kampus, sekadar karena sama-sama suka musik dan ingin menghilangkan penat kuliah, sekarang bisa sebesar ini. Kami percaya sesuatu yang dijalani sepenuh hati pasti akan punya dampak buat banyak orang. Itu yang sampai sekarang jadi DNA The Sounds Project," ujar Ghana kepada Medcom.id di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurutnya, tujuan utama The Sounds Project bukan sekadar menghadirkan festival musik, tetapi juga terus menciptakan pengalaman yang bermakna bagi para pengunjung.
 
"Perasaannya tentu bersyukur. Selama masih diberi kesempatan dan resource, kami ingin terus bikin festival yang punya impact dan bikin orang-orang senang," lanjutnya.

Makna di Balik Tema Beyond Memories

Ghana menjelaskan, tema Beyond Memories dipilih karena The Sounds Project ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar kenangan setelah festival berakhir.
 
"Kalau datang ke festival kan biasanya kita pulang bawa memori. Nah, yang ingin kami ciptakan di Sounds Project adalah sesuatu yang lebih dari itu. Kenangan yang mungkin enggak terlupakan selama bertahun-tahun, bahkan seumur hidup," katanya.
 
Ia mengungkapkan, hasil riset internal menunjukkan bahwa festival tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan hidup sebagian pengunjung.
 
"Beberapa orang ketemu pasangannya pertama kali di Sounds Project, ada yang akhirnya menikah. Bahkan beberapa orang sudah mau coba daftar buat prewed di Sounds Project. Ternyata festival bisa jadi life-changing moment, bukan cuma buat musisi yang tampil, tapi juga buat para penontonnya," ujar Ghana.
 
Menurutnya, momen-momen yang tercipta di area festival, mulai dari interaksi antarpengunjung hingga pengalaman bersama teman dan keluarga, menjadi alasan utama dipilihnya tema tersebut.
 
"That's why tema Beyond Memories ini kita angkat, bukan hanya soal siapa yang tampil di atas panggung, tapi juga apa yang terjadi di area festival," tambahnya.

Hadirkan Tribute Band hingga Nostalgia Era 2000-an

Selain menghadirkan penampil internasional seperti Neck Deep (Amerika Serikat), JET (Australia), dan Nusantara Beat (Belanda), The Sounds Project Vol. 9 juga akan menyuguhkan sejumlah penampilan tribute yang menjadi salah satu daya tarik baru tahun ini.
 
Ghana mengungkapkan, festival akan menghadirkan G-Pluck sebagai tribute untuk The Beatles, J-Rocks yang akan membawakan lagu-lagu L'Arc~en~Ciel, serta Magicpie dengan tribute spesial untuk Oasis.
 
"Kami ingin memberi kesempatan buat penonton yang mungkin enggak bisa nonton band aslinya secara langsung, tapi tetap bisa merasakan atmosfer dan lagu-lagunya lewat musisi-musisi Indonesia yang membawakan karya mereka," jelasnya.
 
Tak hanya itu, The Sounds Project juga akan menghadirkan sejumlah kolaborasi spesial yang mengangkat nostalgia musik era 2000-an.
 
"Ada kolaborasi The Changcuters, Vierra, Nidji, terus Kotak juga. Lagu-lagu mereka kan sudah jadi soundtrack kehidupan banyak orang. Menariknya, sekarang bukan cuma dinikmati generasi milenial, tapi juga Gen Z. Jadi ada pertukaran selera musik sekaligus membuka peluang bagi band-band tersebut untuk menjangkau pendengar baru," tutup Ghana.
 

 

 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA