The Strokes (Foto: instagram)
The Strokes (Foto: instagram)

The Strokes Angkat Isu Palestina dan Kekejaman Amerika di Panggung Coachella 2026

Elang Riki Yanuar • 19 April 2026 21:22
Ringkasnya gini..
  • The Strokes kembali tampil di Coachella 2026 dan jadi sorotan karena menampilkan pesan politik kuat, termasuk visual Gaza di layar panggung.
  • Penampilan The Strokes saat membawakan Oblivius memanas dengan visual BLM, konflik Gaza, sindiran CIA, dan kritik kebijakan AS.
  • Fans Indonesia ramai memuji keberanian The Strokes membawa isu sensitif di Coachella 2026, menegaskan citra band yang vokal sejak dulu.
Jakarta: Band The Strokes, akhirnya kembali tampil di panggung Coachella 2026 pada April 2026. Kehadiran mereka bukan sekadar membawa nostalgia bagi penggemar, tetapi juga menyuguhkan penampilan yang sarat pesan politik secara terang-terangan.
 
Saat tampil di atas panggung, layar besar di belakang band menampilkan berbagai visual yang menyoroti isu kekerasan dan dugaan pelanggaran yang melibatkan pemerintah Amerika Serikat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. 
 
Salah satu momen yang paling ramai dibahas warganet adalah kemunculan tulisan “Last University Standing In Gaza”, disertai video yang memperlihatkan sebuah universitas hancur akibat ledakan.

Visual tersebut langsung menarik perhatian penonton dan menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang menilai pesan yang disampaikan sangat jelas dan berani, mengingat Coachella merupakan salah satu festival musik terbesar di dunia.
Saat The Strokes membawakan lagu "Oblivius", suasana panggung semakin terasa intens. Latar visual yang ditampilkan berisi potongan-potongan isu sosial dan politik, mulai dari gerakan hak sipil, Black Lives Matter, hingga konflik di Gaza.
 
Tidak hanya itu, terdapat pula sindiran terhadap lembaga seperti CIA serta kritik terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat secara umum. Isu kekerasan di sejumlah wilayah seperti Gaza dan Iran juga ikut disorot dalam rangkaian visual yang ditampilkan.
 
Penampilan mereka semakin dramatis berkat tata lampu bernuansa oranye yang membuat atmosfer panggung terasa lebih tegang dan emosional.
 
Menariknya, penampilan The Strokes ini justru mendapat respons positif dari banyak penggemar, termasuk dari Indonesia. Di kolom komentar media sosial, banyak warganet yang mengaku respek terhadap keberanian band tersebut karena berani mengangkat isu sensitif di panggung sebesar Coachella, sesuatu yang jarang dilakukan musisi lain dalam acara sekelas itu.
 
Sikap kritis seperti ini bukan hal baru bagi Julian Casablancas dan The Strokes. Sejak awal karier, mereka memang dikenal kerap menyelipkan keresahan sosial dalam karya musiknya.
 
Salah satu contohnya adalah lagu "New York City Cops" dari album Is This It yang sempat ditarik dari versi rilis Amerika Serikat setelah tragedi serangan 11 September. Lagu tersebut dianggap sensitif karena dirilis dalam situasi nasional yang sedang berduka.
 
Selain itu, beberapa lagu lain seperti "Juicebox" dan "You Only Live Once" (2006) juga kerap dikaitkan dengan kegelisahan generasi muda terhadap kondisi global, termasuk bayang-bayang perang Irak pada masa itu.
Dengan penampilan penuh pesan di Coachella 2026, The Strokes kembali menegaskan identitas mereka sebagai band yang tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga berani bersuara terhadap isu sosial dan politik dunia.
 
(Maiza Jasmine A.R)
 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA