Konser Pasar Malam Adrian Yunan (Foto: Medcom/Basuki)
Konser Pasar Malam Adrian Yunan (Foto: Medcom/Basuki)

Adrian Yunan Rayakan Album Jalan Keluar lewat Konser “Pasar Malam”

Basuki Rachmat • 01 Mei 2026 20:41
Ringkasnya gini..
  • Adrian Yunan gelar konser Pasar Malam di Gudskul, tampil intim bersama banyak kolaborator, rayakan album Jalan Keluar.
  • Konser Pasar Malam jadi momen emosional Adrian Yunan, tampilkan lagu baru dan reuni hangat dengan sahabat lama seperti Cholil Mahmud.
  • Adrian Yunan tampil penuh makna, angkat cerita pribadi dan sosial lewat lagu kolaborasi, ditutup nyanyian bersama penonton.
Jakarta: Sembilan bulan pasca perilisan album penuh keduanya, Jalan Keluar (2025), musisi sekaligus penulis lagu Adrian Yunan akhirnya mewujudkan selebrasi yang telah lama dinanti. Bertajuk "Pasar Malam", konser tunggal tersebut sukses digelar dengan suasana intim dan penuh haru di Aula Gudskul Ekosistem, Jagakarsa, pada Kamis malam, 30 April 2026.
 
​Panggung ini bukan sekadar konser biasa, melainkan sebuah ruang temu bagi Adrian dan para kolaborator yang turut menghidupkan album Jalan Keluar.
 
Nama-nama musisi dan rekan-rekan kolaborator seperti Jason Ranti, Jinan Laetitia, Reda Gaudiamo, John Navid, Berto Tukan, Nanin Wardhani, Indriatma Sitorus, hingga sahabat lamanya, Cholil Mahmud, turut bergantian naik ke atas pentas.

"Album ini berisi kolaborasi dengan teman-teman yang berbeda di setiap lagunya. Sebagian besar lagu ini belum pernah saya bawakan secara langsung, dan baru malam ini akhirnya bisa terlaksana. Jadi, malam ini terasa sangat spesial bagi saya," tutur Adrian Yunan membuka penampilannya.
 
Tepat pukul 21.15 WIB, Adrian membuka pertunjukan lewat lagu "Mimpi Seperti Hidup" dari album debutnya, Sintas (2019). Tak butuh waktu lama, suasana semakin hangat saat ia membawakan trek "Pasar Malam" dan memanggil sosok idolanya, Reda Gaudiamo.
 
Adrian mengungkapkan kekagumannya pada Reda, yang selain bermusik, kini juga dikenal sukses sebagai penulis buku Na Willa yang baru-baru ini ceritanya diadapatasi ke layar lebar.
"Lagu ini bercerita tentang nostalgia pasar malam di masa kecil saya. Saya mengerjakannya bersama Mba Reda dan menambahkan suara yang bagi saya mengantarkan lagunya jadi tepat banget," ujar Adrian.
 
"Bagi saya dia seorang kakak, seorang teman, seorang sahabat. Saya mengidolakan dia, bukunya, yang terakhir dijadikan film. Kangenku sama Mbak Reda tersampaikan malam ini. Terima kasih, Mbak," tuturnya.
 
Adrian juga mengajak penonton menyelami pemikirannya lewat lagu "Rimba Pekerja". Berkolaborasi dengan keyboardist NonaRia, Nanin Wardhani, Adrian menceritakan bagaimana lagu ini menangkap potret perubahan sosial yang ia lihat setelah sempat rehat lama dari hiruk-pikuk jalanan karena kehilangan penglihatannya.
 
"Lagu ini menggambarkan ingatanku setelah rehat sekian lama, ketika saya mulai keluar rumah lagi, saya melihat hal-hal di jalan, di luar rumah, dan lampu merah dengan sudut pandang yang baru. Saya baru tahu di lampu merah sekarang ada manusia silver dan badut," tutur Adrian.
 
Eks bassis Efek Rumah Kaca ini juga sempat menceritakan proses di balik lahirnya lagu "Rimba Pekerja". Ia mengungkap proses kreatif lagu tersebut dikerjakan di masa pandemi Covid-19 secara jarak jauh. Ketertarikannya pada permainan keyboard Nanin menjadi alasan utama kolaborasi ini terwujud.
 
"Pengerjaan lagu ini dilakukan di masa pandemi, jadi kami hanya saling mengirim data. Saya berkolaborasi dengan seorang pemain keyboard yang luar biasa dari NonaRia, Nanin Wardhani. Saya harus jujur bahwa ketika melihat NonaRia, saya sangat sering mengalihkan perhatian khusus kepada permainan keyboardnya Nanin karena chord dan rhtym-nya. Jadi itu yang membuat gue mengajak Nanin, karena ada sesuatu yang beda," ungkapnya.
 
Tanpa jeda panjang, Adrian melanjutkan konser malam tersebut dengan mengajak musisi folk Jason Ranti ke atas panggung untuk membawakan lagu "Zebra Cross".
 
"Saya mengerjakannya bersama Jason Ranti. Biasanya Jeje main gitar akustik, tapi di lagu ini dia akan bermain gitar elektrik dengan suara yang 'ngawang-ngawang'. Ini sesuatu yang berbeda dari yang biasa kita dengar darinya," ujar Adrian.
​Puncak emosi penonton pun pecah saat Adrian memanggil sahabat karibnya, Cholil Mahmud. Keduanya membawakan lagu "Nikmat Sepanjang Umur". 
 
"Lagu ini berjudul Nikmat Sepanjang Umur. Saya mengerjakannya bersama Cholil Mahmud. Kami merekamnya sesaat sebelum Cholil berangkat ke Amerika. Saya merasa kami sedang berada di fase yang sama sekarang, tidak lagi mengejar hal-hal yang dulu kami kejar di usia 20 atau 30-an," ujar Adrian.
 
"Ini teman menginap, teman belajar musik, dan teman segalanya buat saya. Sahabat terbaik, Cholil Mahmud!"sambutnya.
 
Cholil pun tak kalah emosional mengenang perjalanan mereka sejak tahun 1999 di Jakarta. Ia mengingatkan penonton bahwa banyak lagu legendaris ERK, seperti "Hujan Jangan Marah" dan "Debu-Debu Berterbangan", lahir dari hasil olah rasa berdua dengan Adrian di masa muda.
 
"Sebagian besar lagu-lagu ERK sebenarnya kolaborasi berdua sama Adrian. Gue jadi ingat waktu dulu pertama kali belajar nulis lirik sama Adrian. Kami seneng, dulu malem-malem di rumah tahun 1999, bikin lagu berdua di Jakarta. Bikin 'Hujan Jangan Marah' dan 'Debu-Debu Berterbangan'. Di era-era itu, lagunya dia (Adrian) gila-gila," ungkap Cholil Mahmud.
 
Ia juga mengungkap rasa bangganya melihat Adrian terus berkarya hingga saat ini meskipun di tengah keterbatasan penglihatannya.
 
"Menyaksikannya juga jadi ingat era-era itu. Memang cukup tragis lah ya, tapi saya senang bisa lihat Adrian masih terus bermusik dengan motivasi yang dulu kita enggak nyangka," tutur Cholil dengan nada bangga.
 
Sebagai penutup yang manis sekaligus tak terduga, Adrian Yunan mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama lewat lagu cover milik Gombloh, "Kugadaikan Cintaku", mengakhiri malam "Pasar Malam" dengan senyuman.
 

 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA