Vokalis grup musik Ungu itu menilai aparat penegak hukum (APH) perlu segera mengambil tindakan untuk menangani polemik tersebut. Menurut Pasha, penanganan yang lambat dikhawatirkan dapat memicu kemarahan masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia.
“Prinsipnya, APH harus mengambil tindakan. Jangan sampai masyarakat atau umat Islam mengambil kesimpulan sendiri. Amarah rakyat akan lebih banyak,” tutur Pasha kepada awak media, pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Pelantun hits "Demi Waktu" itu juga menilai pihak penyelenggara, termasuk event organizer (EO) dan promotor, perlu dimintai pertanggungjawaban atas munculnya tantangan tersebut. Ia mempertanyakan bagaimana ide tersebut bisa muncul dan dipertontonkan dalam sebuah festival musik.
“Siapa yang paling bertanggung jawab? Penyelenggara acara, termasuk yang memainkan game itu. Siapa itu? MC-nya, host-nya siapa itu? Kok bisa kepikiran bikin bercandaan seperti itu?” tegasnya.
Pasha Ungu Singgung Kasus Holywings
Dalam kesempatan tersebut, Pasha turut membandingkan polemik The Sounds Project dengan kasus Holywings yang mencuat pada 2022. Kala itu, Holywings menjadi sorotan setelah mengunggah promosi minuman beralkohol gratis bagi pemilik nama "Muhammad" dan "Maria".Konten promosi tersebut menuai kecaman karena dinilai menyinggung simbol agama dan berujung pada proses hukum. Polisi kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama tersebut.
“Apa kita lupa kejadian Holywings? Ini mengingatkan kita kembali ke soal itu,” ujar Pasha.
Kasus tersebut juga diikuti dengan temuan pelanggaran perizinan yang kemudian berujung pada pencabutan izin usaha gerai Holywings di sejumlah daerah. Pasha pun mengingatkan agar polemik yang terjadi di The Sounds Project tidak dianggap sepele.
Sebagai Kapoksi PAN di Komisi VIII DPR RI, Pasha menegaskan pihaknya mengecam tindakan yang menjadikan ayat suci sebagai bagian dari tantangan promosi produk minuman beralkohol. Ia juga mendorong Polri segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang dianggap berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Harus. Kita dorong Polri segera mengambil tindakan. Harus segera dipanggil, diperiksa. Bahkan kalau perlu, ditahan,” tutup Pasha Ungu.
Baca Juga :
Klarifikasi Newport soal Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras di The Sounds Project
Awal Mula Kontroversi
Polemik tersebut bermula setelah The Sounds Project Vol. 9: Beyond Memories menjadi perbincangan di media sosial akibat munculnya aktivitas promosi di salah satu stan produk minuman beralkohol.Isu mencuat setelah pemilik akun Threads @jarrkojarr membagikan pengalamannya saat menghadiri festival. Dalam unggahannya, ia menyebut stan merek minuman beralkohol Newport mengadakan tantangan menghafal ayat suci Al-Qur'an, yakni Surah Ad-Duha, dengan hadiah berupa sebotol minuman keras.
Pemilik akun tersebut mengaku terkejut ketika menyaksikan tantangan itu berlangsung saat dirinya tengah menunggu penampilan Hindia. Ia menilai penggunaan ayat Al-Qur'an sebagai bagian dari aktivitas promosi minuman beralkohol tidak semestinya dilakukan.
Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu beragam reaksi dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mengecam aktivitas tersebut karena dinilai tidak mempertimbangkan aspek etika dan sensitivitas keagamaan dalam kegiatan pemasaran produk.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda