Ilustrasi (Foto:dok. Joe Million, Goodnight Electric, Romantic Echoes, Hondo)
Ilustrasi (Foto:dok. Joe Million, Goodnight Electric, Romantic Echoes, Hondo)

Album Indonesia Terbaik 2020

Hiburan indonesia musik musik indonesia Kaleidoskop Hiburan 2020
Agustinus Shindu Alpito • 27 Desember 2020 08:00
2020 dengan segala perkaranya tetap melahirkan karya-karya yang sangat menarik untuk disimak. Mengharukan mendengarkan album-album yang dirilis pada tahun ini, mengingat kita semua dalam keadaan serba terbatas. Nampaknya, musik tidak pernah benar-benar mati, meski dihajar pandemi.
 
Susunan album terbaik ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap dedikasi para musisi lokal. Daftar album terbaik kami khususkan untuk rilisan album penuh. Bukan album mini, album kompilasi, dan juga bukan album aransemen ulang. Meski kita semua tahu, banyak juga album mini dan aransemen ulang yang luar biasa lahir pada tahun ini.
 
Di samping apresiasi, penahbisan daftar album terbaik adalah sebagai penanda zaman. Merayakan apa-apa saja yang lahir di tengah kita pada "hari ini." Salah satu hal menarik dari daftar album terbaik tahun ini, terdapat beberapa album debut dari musisi-musisi muda. 
 

1. Persembahan dari Masa Lalu - Romantic Echoes

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jack Alfredo seperti merakit mesin waktu lewat album Persembahan dari Masa Lalu. Entah bagaimana prosesnya dalam meramu musik, dia menghadirkan sebuah album yang solid, punya karakter melodi yang kuat pada tiap track, dan daya jelajah musikal yang luas. Menurut kami, album ini penting. Menjadi alternatif baru dalam etalase pop Indonesia. Membuktikan bahwa patron musik pop dapat dieksplorasi lewat melodi-melodi yang ganjil, tanpa mengurangi efek biusnya.
 
Eksplorasi Jack tak berhenti pada sisi musik saja, dia penulis lirik yang baik. Di tengah terpaan lirik-lirik afirmatif dan lirik-lirik gagal puitis dengan menggunakan kata baku asing yang justru memberi efek mengernyitkan dahi tiap mendengarnya, Jack seolah konservatif soal ini (yang mana justru itu membuat karya ini semakin solid). Lirik-lirik Romantic Echoes sederhana, dalam beberapa penggal terdengar flamboyan. Metafornya tidak berlebihan. Manis sekali.
 
Jack mengerjakan hampir sepenuhnya album ini - termasuk rekaman nyaris semua instrumen - sendirian. Dari pola ketukan drum, gitar, dan tentu saja vokalnya yang terdengar sangat patut dengan musik yang diusungnya. 
 
Suguhan terbaik dari album ini adalah track Yang Tercinta. Menurut kami, ini adalah lagu terbaik 2020. Menggandeng musisi asal Malaysia, Noh Salleh, juga musisi muda Indonesia yang cukup menjanjikan kariernya, Bilal Indrajaya.
 

2. Vandal - Joe Million



 
Joe Million adalah senapan otomatis yang dapat memuntahkan ribuan peluru dalam waktu sekejap, memburu siapa saja yang ada di depannya. Kira-kira hal itu yang tepat menggambarkan bagaimana dia membawakan liriknya yang super padat, dan dilafalkan dengan artikulasi yang baik.
 
Kami senang sekali menempatkan album ini dalam daftar album terbaik. Karena jujur, sulit menemukan rapper lokal dengan kualitas penulisan lirik bahasa Indonesia yang baik, kemampuan mengolah kata yang mumpuni, dan tentu saja stok kosa kata yang berlimpah. Joe berhasil membayar kontan keraguan atas masa depan hip-hop Indonesia, di tengah jamaknya rapper yang alih-alih bermain "word play" tapi justru bikin metafor seperti pelajaran majas kelas Bahasa Indonesia tingkat Sekolah Dasar.
 

3. The Hike to Kamadela - Hondo



 
Menurut kami, Hondo adalah pencapaian terbaik karier musik Mohammad Kamga dan Chevrina Anayang. Hondo menghadirkan sesuatu yang terdengar berbeda dalam industri pop Indonesia hari ini. Pendekatan mereka berdua dalam menulis musik mengagumkan. Jika harus menjabarkan album ini dalam satu kata, The Hike to Kamadela adalah album yang "berani". Sekaligus bukti bahwa musik sejatinya adalah bentuk ekspresi, yang lepas dari pakem-pakem industri.
 

4. Can't Speak English - Ramengvrl



 
Can't Speak English merupakan album hasil kerjasama dua label. Juni Records dari Indonesia, dan Empire dari Amerika Serikat (Empire sendiri merupakan label dan distributor musik yang telah menangani sejumlah nama besar, antara lainIggy Azalea, Tyga, Busta Rhymes, Snoop Dogg, XXXTENTACION, Anderson. Paak, dan Adam Lambert). 
 
Kolaborasi ini penting untuk membuka kesempatan lebih lanjut pada talenta lokal, sekaligus menjadi cetak biru untuk industri musik Indonesia secara lebih luas lagi ke depan. 
 
Ramengvrl tidak serta-merta dicomot label luar untuk dibikinkan album. Tetapi ada proses penjajakan yang panjang di belakangnya. Hasilnya, secara terhormat Ramengvrl merilis album debut dengan melibatkan sejumlah musisi internasional. Antara lain rapper Amerika-Korea Ted Park pada track Look At Me Now, Sihk pada track The Emo Song, penyanyi Amerika Serikat Inayah dalam lagu Go Get Dat B, dan penyanyi Thailand Pyra untuk lagu Foreign.
 

5. Solipsism - Pamungkas



 
Pamungkas adalah "The Next Big Things". Album Solipsism semakin mengukuhkan "major" dan "indie" adalah topik yang usang.
 
Pamungkas selalu berhasil menulis lagu dengan progresi nada yang unik, progresi nada yang cukup sulit ditebak, namun tidak terdengar asing. Ini kami pikir menjadi salah satu daya tarik penting dari lagu-lagu Pamungkas. 
 
Solipsism menjadi langkah penting dalam perjalanan Pamungkas, di samping katalog terbaik dalam daftar rilisan tahun ini.
 

6. Selamat Ulang Tahun - Nadin Amizah



 
Terlepas dari kontroversinya di internet, Nadin Amizah terbilang berani dalam melakukan eksplorasi musik. Nadin bukan saja sekadar merilis musik, tetapi dia menjadi ikon generasinya. Meski terkadang mendapat tatapan sinis, tetapi Nadin berhak untuk menyuarakan musik dengan cara yang dia yakini terbaik untuknya. 
 
Selamat Ulang Tahun adalah langkah awal yang menjanjikan bagi Nadin. Menjadi estafet yang mengisi pos para penyanyi-penulis lagu perempuan di negeri ini. 
 

7. Sleepless Night - Indra Lesmana


 
Setelah beberapa tahun terakhir Indra Lesmana merilis karya-karya progresif metal. Pada 2020 musisi yang kini menetap di Bali itu melahirkan album yang terdengar kontemplatif. Indra Lesmana banyak bermain dengan rekaman ambience dari alam. Suara debur ombak, kicau burung atau jangkrik di malam hari. Semua dileburkan dalam lagu bernuansa pop-jazz yang meneduhkan. Sleepless Night seperti sebuah pemberhentian indah di tengah kekacauan 2020.
 

8. Dari Balik Jendela - Monita Tahalea


 
Monita Tahalea berhasil mempertahankan diri melahirkan album yang "manis". Dari Balik Jendela seperti sekuel dari Dandelion dalam format yang lebih solid. Baik dari musik, juga lirik.  Dari Balik Jendela, dalam beberapa track, seperti mengukuhkan bahwa Monita Tahalea punya latar belakang jazz yang kental. 
 
Monita mengajak Ananda Badudu ikut bernyanyi pada tiga track di album ini, yaitu pada lagu Pada Air, Jauh Nan Teduh, dan Pada Angin.
 

9. Misteria - Goodnight Electric


 
Ini adalah album yang cukup mengagetkan. 2020 membuat grup elektronik legendaris ini hidup kembali. Goodnight Electric dalam album ini, seperti memiliki ruang yang tak terikat waktu. Mereka masih melahirkan nuansa musik, seperti yang mereka lahirkan belasan tahun lalu. Ini hal yang menarik. Terlebih di tengah gempuran musik elektronik yang beraneka rupa belakangan ini.
 
Meski demikian, bukan berarti Goodnight Electric tidak melakukan eksplorasi. Album Misteria sarat unsur shoegaze, dan dream pop. Misteria seperti kapsul waktu, membawa nostalgia bersamaan dengan kejutan-kejutan pada beberapa track.

10. Miasma Tahun Asu - BAPAK.


 
Bapak. adalah eksplorasi yang liar dari Kareem Soenharjo, yang sebelumnya dikenal berkiprah dalam ranah musik hip-hop. Kareem - yang dulu dikenal dengan nama panggung Yosugi - tidak sendirian dalam proyek ini. Dia melibatkan Bagas Wisnu Wardhana (taRRkam), Alfath Arya Nugraha (Kaveman/Flowr Pit), Kevin Silalahi (whoosah). 
 
Nampaknya, dalam proyek ini mereka tidak peduli dengan arah musikalitas. Tiap track dalam Miasma Tahun Asu punya identitas tersendiri. Meski demikian, mereka tidak terdengar seperti grup rancak yang asal dalam menulis materi dengan alasan bersenang-senang. Track Orpheus contohnya, Bapak. secara cerdas mengawinkan beberapa unsur musik - termasuk blues, rock, dan sedikit aroma post-hardcore. Pada nomor pelan seperti track An Angel at My Table I, Bapak. pun tetap menunjukan konsistensinya. Sebuah album yang paripurna.
 
 
(ASA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif