Ini merupakan kehadiran kedua sang pionir crossover thrash tersebut di panggung Hammersonic setelah sebelumnya sempat menggebrak pada tahun 2012 silam. Penampilan mereka kali ini membuktikan bahwa api semangat "Godfathers of Hardcore" ini belum sedikit pun padam.
Formasi solid yang digawangi oleh Vinnie Stigma (gitar), Roger Miret (vokal), Mike Gallo (bass), Pokey Mo (drum), dan Craig Silverman (gitar) langsung tancap gas tanpa basa-basi. Vinnie Stigma membuka set dengan riff gitar chug yang tajam dan power chord bertempo cepat dalam lagu "Your Mistake", yang langsung disambut vokal barking khas Roger Miret.
"Hey Hammersonic i wanna see u jumping in the air," seru Roger Miret dari atas panggung, yang seketika memicu gelombang mosh pit di area penonton.
Roger cs pun lanjut tancap gas dengan nomor andalan yaitu "Until The Day I Die" dari album My Life My Way (2011) dan "Way of War" yang merupakan trek dari album terbaru mereka Echoes In Eternity (2025).
"This is New York Hardcore," lanjut Roger yang langsung melantunkan lagu "Old New York".
Dedikasi untuk Scene Hardcore Indonesia
Salah satu momen paling emosional terjadi saat Agnostic Front membawakan lagu "For My Family". Lagu ini dikenal luas sebagai anthem di kancah hardcore dunia yang menekankan pentingnya menjaga roots (akar) dan brotherhood persaudaraan."Saya ingin mempersembahkan karya selanjutnya ini untuk keluarga saya di Indonesia! For My Family! For My Friends!"ucap Roger dengan penuh penekanan.
Suasana makin memanas saat mereka menampilkan sejumlah hits seperti "Friend or Foe", "United & Strong", hingga lagu wajib para hardcore kids, "Gotta Go".
Tak hanya membawakan materi orisinal, mereka juga sempat membawakan lagu cover dari band hardcore Iron Cross bertajuk "Crucified" serta memutar kembali memori lewat lagu "Victim In Pain" dari album klasik mereka tahun 1984.
Tutup Konser dengan Tribute Cover untuk Ramones
Sebagai penutup, Agnostic Front pun tak lupa berikan tribute khusus kepada band Ramones. Bisa dibilang, tanpa Ramones, tidak akan ada New York Hardcore City (NYHC). Meskipun mereka sendiri bukan band hardcore, Ramones adalah "blueprint" atau cetak biru yang memungkinkan sub-genre tersebut lahir."Lagu berikutnya ini saya dedikasikan untuk sebuah band di kampung halaman saya di New York City yang sangat memengaruhi kami. Dan jika bukan karena band itu, tidak akan pernah ada punk rock, tidak akan pernah ada hardcore, dan mungkin juga metal," tutur Roger Miret.
"Ini didedikasikan untuk Joey, untuk Johnny, untuk Dee Dee, dan Tommy! Untuk Ramones! Let's Go Jakarta!"," tutupnya
Malam itu ditutup secara klimaks lewat sing-along massal lagu "Blitzkrieg Bop" milik Ramones. Teriakan "Hey! Ho! Let's Go!" yang menggema di seluruh area Sonic Stage menjadi tanda berakhirnya penampilan Agnostic Front di Tanah Air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News