Selain FUR, konser tersebut juga akan menghadirkan Elephant Kind sebagai penampil pembuka. Pertunjukan di Jakarta merupakan bagian dari rangkaian tur FUR di Indonesia setelah menyambangi Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta.
Kabar pembatalan diumumkan langsung oleh pihak promotor melalui media sosial pada hari-H. Dalam pernyataannya, mereka menyebut acara tidak dapat dilanjutkan karena adanya "keadaan tak terduga di luar kendali" penyelenggara.
Promotor juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penonton yang telah menantikan penampilan Will Murray, Will Tavener, dan Flynn Whelan.
"Keputusan ini tidak diambil dengan mudah, dan kami sangat menghargai kesabaran, pengertian, serta dukungan Anda yang tak henti-hentinya," tulis pihak promotor.
Penyelenggara menambahkan bahwa informasi mengenai mekanisme pengembalian dana akan dikirimkan kepada seluruh pembeli tiket melalui email.
Penonton Kritik Cara Promotor Menangani Pembatalan
Tak lama setelah pengumuman tersebut, sejumlah penonton meluapkan kekecewaannya di media sosial, salah satunya datang dari pengguna Threads dengan akun @dwdewisr. Ia menilai penanganan pembatalan konser oleh promotor jauh dari memuaskan."Bayangin konser dibatalin hari H, kolom komentarnya dimatiin. Red flag abis promotornya. Mana refund katanya maksimal 7–14 hari kerja," tulisnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa unggahan pernyataan resmi dari Live Fest dan MEG Entertainment sempat diarsipkan sehingga tidak lagi bisa diakses oleh warganet.
Tak hanya itu, ia menyinggung penyelenggaraan acara Live Fest di Surabaya pada 25 Juli 2026 yang juga disebut mengalami pembatalan. Menurutnya, hingga kini proses pengembalian dana untuk acara tersebut belum sepenuhnya rampung.
"Tau ga kak, postingannya di-archive sekarang. Yang show di SBY belum full di-refund, ini tiba-tiba bikin show di JKT tapi dicancel pas hari H," balasnya kepada pengguna lain.
Keluhan serupa juga disampaikan pengguna Threads @mnhafifor, yang mengaku mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat menghadiri gelaran Live Fest di Yogyakarta pada 2 Agustus lalu.
Menurutnya, susunan acara baru diumumkan sekitar dua jam sebelum konser dimulai. Karena kecewa, ia memilih tidak datang dan merelakan tiket yang telah dibelinya.
"Ini promotor emang red flag!!! Rundown yang Jogja baru keluar 2 jam sebelum mulai dan akhirnya karena keburu ga mood relain aja tiketnya, sampah banget!!!!" tambahnya.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda