Kejutan Manis di Lapangan Hijau
BTS merupakan penampil kedua dalam halftime show final Piala Dunia 2026. Grup yang beranggotakan RM, J-Hope, Suga, Jin, V, Jungkook, dan Jimin ini turun ke lapangan dengan mengenakan kostum serasi bernuansa merah, putih, dan hitam."Dynamite" menjadi lagu yang dipilih oleh BTS untuk menghibur para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Lagu ini menjadi kejutan tersendiri mengingat perilisannya yang sudah cukup lama, yaitu pada 21 Agustus 2020.
Selain itu, “Dynamite” juga merupakan lagu pertama BTS yang berhasil memuncaki tangga lagu Billboard Hot 100 selama tiga minggu pada tahun 2020. Billboard menilai pemilihan lagu ini sangat tepat karena BTS membawakan lagu nomor satu pertama mereka di hadapan dunia langsung dari stadion Amerika Serikat.
Baca Juga :
Lirik, Terjemahan, dan Makna Lagu Louder Than Bombs BTS yang Viral Usai Konser Tur Arirang
Kolaborasi Megah Lintas Generasi
BTS naik ke panggung setelah penampilan Madonna, dan disusul oleh Justin Bieber. Kemeriahan berlanjut dengan penampilan Shakira yang menggandeng Burna Boy untuk membawakan lagu resmi Piala Dunia 2026, “Dai Dai.”Keempat penampil utama tersebut kemudian kembali ke lapangan untuk menyanyikan “We Dance”, sebuah lagu orisinal ciptaan Coldplay khusus untuk Piala Dunia 2026. Lagu tersebut dibawakan langsung oleh band yang digawangi Chris Martin tersebut, bersama Paduan Suara PS22 New York dan karakter The Muppets.
Diproduksi oleh Global Citizen dengan Chris Martin sebagai kuratornya, halftime show ini juga dimeriahkan oleh konduktor Gustavo Dudamel, New York Philharmonic, Simón Bolívar Symphony Orchestra dari Venezuela, Bijan Mortazavi, dan Emmanuel Kelly.
Halftime show Piala Dunia 2026 juga diwarnai penampilan kejutan dari duo legenda sepak bola, Ronaldo dan Ronaldinho, serta Jason Sudeikis dan Brendan Hunt yang hadir dengan karakter ikonik mereka, Ted Lasso dan Coach Beard.
Misi Kemanusiaan untuk Pendidikan Dunia
CEO Global Citizen, Hugh Evans, menjelaskan bahwa proyek ini dimulai dengan visi besar untuk mengumpulkan musisi-musisi terbaik dari seluruh dunia demi menciptakan pertunjukan paruh waktu dengan jumlah penonton terbesar sepanjang sejarah. Ia berharap pertunjukan ini bisa menginspirasi penonton melalui pesan utama yang ingin disampaikan, yaitu tentang persatuan dan kasih sayang.“Saya berharap penonton di seluruh dunia sangat terhibur dan terinspirasi, serta dapat menangkap pesan utama tentang persatuan dan cinta yang kami usung. Di atas segalanya, saya berharap jutaan anak di berbagai belahan dunia bisa mendapatkan akses pendidikan di masa depan,” jelas Hugh Evans.
“Saya tidak sabar untuk bertemu dengan seorang anak di masa depan yang hidupnya berubah karena dunia bersatu untuk berinvestasi dalam FIFA Global Citizen Education Fund,” lanjutnya.
Dana yang terkumpul melalui FIFA Global Citizen Education Fund diketahui telah melampaui 60 juta dolar AS (Rp1,07 triliun) demi mendukung pendidikan anak-anak di seluruh dunia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda