BTS THE COMEBACK LIVE (Foto: X/bts_bighit)
BTS THE COMEBACK LIVE (Foto: X/bts_bighit)

Beda Jauh dengan Data HYBE, Pemkot Seoul Ungkap Jumlah Riil Penonton Konser BTS

Rafi Alvirtyantoro • 26 Maret 2026 17:03
Ringkasnya gini..
  • Jumlah penonton konser BTS di Gwanghwamun mencapai 75.927 orang berdasarkan analisis populasi dinamis dan transaksi transportasi.
  • Pengunjung mancanegara didominasi oleh warga asing jangka panjang seperti pelajar dan pekerja, bukan sekadar turis jangka pendek.
  • Selisih angka dengan data HYBE disebabkan oleh perbedaan metode penghitungan dan cakupan wilayah area konser serta bisnis sekitarnya.
Jakarta: Pemerintah Kota Seoul resmi merilis data jumlah penonton konser comeback BTS yang berlangsung di Gwanghwamun pada 21 Maret 2026.
 
Berdasarkan data populasi dinamis (living population), jumlah orang yang memadati kawasan Gwanghwamun dan Stasiun Balai Kota (City Hall) pada saat konser berlangsung, yakni pukul 20.00 hingga 21.00 KST, mencapai 75.927 orang.
 
Data tersebut dianalisis berdasarkan informasi operator seluler serta transaksi kartu transportasi umum untuk memetakan jumlah individu yang berada di lokasi pada waktu tertentu secara akurat.

"Data ini mencakup warga asing yang tinggal jangka pendek (di bawah 90 hari), sehingga menjadi data yang paling mendekati angka riil di lapangan," ujar perwakilan Pemkot Seoul, dikutip dari The Dong-A Ilbo, pada Kamis, 26 Maret 2026.

Komposisi Pengunjung Lokal dan Mancanegara

Laporan The Dong-A Ilbo menganalisis bahwa sedikitnya 56.757 pengunjung lokal hadir dalam konser tersebut. Sementara itu, sebanyak 19.170 pengunjung merupakan warga asing, yang mencakup 25% dari total audiens.
 
Menariknya, jumlah warga asing yang tinggal jangka panjang (di atas 91 hari) mencapai 13.889 orang. Angka ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan turis jangka pendek yang berjumlah 5.281 orang.
 
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa konser tersebut lebih banyak didatangi oleh pelajar internasional atau pekerja asing yang menetap di Korea Selatan daripada sekadar wisatawan mancanegara.
 
Berdasarkan asal negara, Thailand menempati posisi teratas dengan 1.740 orang, disusul oleh Vietnam (1.184), India (1.126), dan Jepang (1.098).
 
Sementara itu, kategori "Negara Lainnya" (di luar 21 negara utama pengunjung Korea) mencapai 6.462 orang, yang mempertegas keberagaman kewarganegaraan pengunjung dalam acara tersebut.  

Analisis Perbedaan Data Penonton

Data yang dirilis Pemkot Seoul berbeda dengan keterangan beberapa pihak sebelumnya, termasuk HYBE yang mencatat sebanyak 104.000 orang menghadiri konser tersebut. Perbedaan mencolok antara angka 100.000 dan angka 40.000-an yang beredar sebelumnya disebabkan oleh perbedaan metode dan cakupan wilayah penghitungan.
 
Pihak penyelenggara menyertakan tidak hanya area inti konser, tetapi juga kawasan bisnis sekitar seperti Myeong-dong serta individu yang sekadar melintas di area tersebut.
 
Di sisi lain, terdapat versi Data Kota Real-time yang menyebutkan angka 48.000 orang. Angka ini cenderung lebih rendah karena tidak menyertakan warga asing jangka pendek dan memiliki keterbatasan teknis pada data BTS (Base Transceiver Station) yang berisiko mengalami tumpang tindih atau luput menghitung orang yang berada di dalam gedung.  

Pengembangan Sistem Penghitungan Masa Depan

Para ahli menekankan perlunya sistem penghitungan massa yang lebih canggih untuk menyambut berbagai ajang global di masa depan. Metode konvensional dianggap tidak lagi memadai untuk acara dengan proporsi warga asing yang tinggi.
 
Oleh karena itu, diperlukan integrasi data telekomunikasi, visual, dan mobilitas.
 
"Kami berencana bekerja sama dengan operator seluler untuk menampilkan estimasi jumlah warga asing jangka pendek secara terpisah guna meningkatkan akurasi data populasi waktu nyata," pungkas pejabat Pemkot Seoul tersebut.
 
Sebagai informasi, konser comeback BTS tersebut bisa disaksikan ulang oleh para penggemar melalui Netflix.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA