Konser tersebut menjadi penampilan pertama BTS dalam formasi lengkap sejak hiatus pada 2022 akibat wajib militer. Konser ini juga menjadi pemanasan sebelum tur dunia mereka dengan total 82 pertunjukan.
Menjelang acara, saham HYBE pun sempat naik karena antusiasme terhadap comeback dan album baru BTS . Namun, pada Senin, 23 Maret, saham perusahaan dilaporkan turun hingga 15,5 persen setelah konser berlangsung.
| Baca juga: Park Jimin: Dari Siswa Tari di Busan hingga Ikon Global K-Pop |
Tak hanya itu, konser yang awalnya diperkirakan akan dihadiri 250.000 penonton, ternyata hanya dihadiri sekitar 104.000 orang. Namun, angka tersebut tetap membuat BTS memecahkan rekor sebagai konser publik terbesar yang pernah ada di Korea Selatan.
Melansir NME, penurunan jumlah penonton diduga akibat penerapan pengendalian massa yang ketat, sehingga sebagian orang tidak diizinkan masuk demi alasan keamanan.
HYBE pun menyampaikan permintaan maaf atas gangguan yang terjadi dan menyatakan bahwa mereka telah melakukan segala upaya untuk memastikan keselamatan penggemar dan masyarakat di sekitar area.
“Kami ingin dengan tulus meminta maaf kepada mereka yang melintas di Gwanghwamun Square dan semua yang mengalami ketidaknyamanan dalam jadwal pribadi maupun rutinitas harian mereka,” ujar HYBE.
| Baca juga: Comeback BTS lewat Album ARIRANG Pecahkan Rekor Streaming Global |
Kendati demikian, Peneliti NH Investment & Securities, Lee Hwa-jeong, memprediksi keuntungan HYBE akan meningkat besar pada 2026, terutama berkat tur dunia mereka yang akan segera dimulai.
“Tahun ini, penjualan HYBE diproyeksikan mencapai 4,2 triliun won Korea, dengan laba operasional sebesar 533,9 miliar won Korea. Ini menandai pemulihan hampir sepuluh kali lipat dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News