Magnumotion Loud Fest Bogor (Foto: instagram)
Magnumotion Loud Fest Bogor (Foto: instagram)

Magnumotion Loud Fest Bogor Hadirkan Seringai hingga for Revenge

Elang Riki Yanuar • 25 Juli 2026 17:27
Ringkasnya gini..
  • Magnumotion Loud Fest Bogor siap digelar 22 Agustus 2026 dengan Seringai, For Revenge, Morfem, Stand Here Alone, dan band lainnya.
  • Magnumotion Loud Fest Bogor hadir sebagai ruang kolaborasi komunitas musik keras, musisi, dan kreator untuk memperkuat skena independen.
  • Magnumotion Loud Fest Bogor membuka panggung bagi band baru sekaligus menjadi awal rangkaian festival yang berlanjut ke Medan dan Bandung.
Jakarta: Magnumotion Loud Fest Bogor siap menjadi ajang baru bagi pencinta musik keras di Indonesia. Festival perdana ini dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 dengan menghadirkan deretan band lintas generasi, mulai dari Seringai, For Revenge, The Paps, 510, Morfem, Stand Here Alone, Cloath, hingga Kraken.
 
Festival Director Magnumotion by RESONINE, Abeth Subiyakti, menilai besarnya loyalitas komunitas menjadi alasan utama lahirnya konsertersebut. Menurutnya, potensi yang dimiliki skena musik keras akan semakin besar apabila seluruh elemen di dalamnya memiliki ruang untuk saling terhubung.
 
"Selama bertahun-tahun, skena musik keras Indonesia hidup dari loyalitas komunitasnya sendiri. Banyak band bisa mengumpulkan ribuan penonton tanpa pernah mendapat ruang yang setara di media arus utama. Magnumotion hadir karena kami melihat ada komunitas yang besar dan loyal, tetapi belum banyak memiliki ruang untuk saling terhubung. Padahal ketika komunitas, musisi, dan pelaku kreatif bisa bertemu dalam satu wadah, dampaknya bisa jauh lebih besar bagi perkembangan skena itu sendiri," jelas Abeth Subiyakti selaku Festival Director Magnumotion by RESONINE.

Abeth menambahkan, kekuatan musik keras tidak hanya berasal dari penampilan para band di atas panggung. Menurutnya, komunitas independen, kreator visual, kolektif kreatif, hingga talenta baru juga memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan ekosistem musik alternatif di Indonesia.
 
Bogor dipilih sebagai kota pembuka karena memiliki kedekatan dengan berbagai komunitas musik alternatif di kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat. Kota ini juga dikenal memiliki sejarah panjang dalam perkembangan musik independen sehingga dinilai tepat menjadi titik awal penyelenggaraan Magnumotion Loud Fest.
 
Selain menghadirkan band yang telah memiliki basis penggemar kuat, festival ini juga membuka kesempatan bagi emerging bands untuk memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih luas. Kehadiran line up lintas generasi tersebut diharapkan mampu mencerminkan perkembangan musik keras Indonesia yang semakin beragam.
 
Magnumotion Loud Fest Bogor juga akan menghadirkan berbagai aktivitas di luar pertunjukan musik. Pengunjung dapat mengunjungi area komunitas, berinteraksi dengan pelaku kreatif independen, hingga mengikuti program yang memperlihatkan sisi lain dari budaya musik keras.
 
"Kami tidak ingin Magnumotion hanya diingat karena siapa yang tampil. Yang lebih penting adalah bagaimana orang-orang yang datang bisa pulang dengan koneksi baru, bertemu komunitas baru, atau menemukan band yang sebelumnya belum pernah mereka dengarkan. Hal-hal seperti itu yang membuat sebuah skena terus bergerak," tambah Abeth.
 
Untuk memperkuat kolaborasi antarkomunitas, penyelenggara juga menyiapkan dua program pendukung, yaitu Road to Magnumotion Loud Fest dan Magnumotion Loud Camp. Kedua program tersebut dirancang sebagai ruang interaksi, berbagi pengalaman, serta transfer pengetahuan antarpelaku skena sebelum puncak festival berlangsung.
Abeth menegaskan bahwa regenerasi menjadi salah satu fokus utama Magnumotion. Menurutnya, setiap generasi perlu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui ruang yang inklusif dan terbuka. Magnumotion Loud Fest Bogor menjadi pembuka dari rangkaian festival yang selanjutnya akan digelar di Medan dan Bandung. 
 
"Setiap generasi punya band dan komunitasnya sendiri. Tugas kita sekarang adalah memastikan generasi berikutnya juga memiliki ruang yang sama untuk tumbuh. Karena itu, kami ingin memberi panggung bagi talenta baru sekaligus mempertemukan mereka dengan komunitas yang lebih luas,” kata Abeth.
 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA