Kabar membanggakan itu dibagikan langsung oleh Joko Anwar melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan poster khusus berisi capaian jumlah penonton sekaligus menyampaikan rasa syukur atas antusiasme luar biasa yang diberikan masyarakat terhadap film tersebut.
“ALHAMDULILLAH PUJI TUHAN. Sampai dengan sore hari ke-25, Ghost in the Cell sudah mencapai 3 juta penonton. Terima kasih yang sudah jadi bagian dari pencapaian kita bersama ini!” tulisnya, Minggu (10/5/2026).
Sebelum berhasil mencapai angka 3 juta, perjalanan film ini memang sudah menunjukkan performa yang sangat menjanjikan sejak awal penayangan. Pada 29 April 2026 lalu, Ghost in the Cell lebih dulu mengumumkan keberhasilannya menembus 2.012.571 penonton di hari ke-13 tayang di bioskop. Angka tersebut menjadi bukti bahwa minat masyarakat terhadap film ini terus meningkat dari hari ke hari.
Antusiasme penonton sebenarnya sudah terlihat bahkan sejak hari pertama film ini dirilis pada Jumat, 16 April 2026. Di hari pembukaannya saja, Ghost in the Cell langsung meraih 154.279 penonton.
Jumlah tersebut terus bertambah secara signifikan hingga akhirnya film ini berhasil mencapai 1 juta penonton hanya dalam waktu enam hari penayangan. Pencapaian itu tentu menjadi salah satu bukti kuat bahwa karya terbaru Joko Anwar berhasil diterima dengan sangat baik oleh publik.
Tak hanya sukses di dalam negeri, Ghost in the Cell juga ternyata mendapat perhatian besar dari pasar internasional. Pada Kamis, 23 April 2026, Joko Anwar mengungkap bahwa film tersebut telah dibeli oleh 86 negara melalui distributor Plaion Pictures, perusahaan yang sebelumnya juga menangani film-film besar dunia seperti Parasite dan Anatomy of a Fall.
“Ghost in the Cell kini memegang rekor sebagai film Indonesia yang dijual ke negara terbanyak dalam sejarah perfilman Tanah Air, dengan distribusi mencapai 86 negara.” ungkap Joko Anwar.
Mengusung genre horor komedi, Ghost in the Cell menghadirkan cerita yang berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia pada umumnya. Film ini berfokus pada kehidupan para narapidana di sebuah lembaga pemasyarakatan yang penuh tekanan, ketidakadilan, hingga kekerasan antarpenghuni.
Situasi di dalam penjara mulai berubah menjadi semakin mencekam ketika seorang tahanan baru datang. Setelah kehadirannya, berbagai kematian misterius mulai terjadi secara beruntun dan menimpa para penghuni lapas satu per satu.
Selain jalan ceritanya yang unik, film ini juga mendapat banyak pujian karena kekuatan visual dan atmosfer yang dibangun sepanjang film. Nuansa gelap yang mendominasi berhasil dipadukan dengan elemen komedi yang terasa pas dan tidak berlebihan.
Misteri yang terus berkembang di setiap adegan juga membuat penonton dibuat penasaran hingga akhir cerita. Tak sedikit penonton yang mengaku terus dibuat menebak-nebak tentang siapa dalang di balik rangkaian kejadian mengerikan tersebut.
(Maiza Jasmine A.R)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News