Film Lift siap tayang di bioskop mulai 26 Februari 2026.
Film Lift siap tayang di bioskop mulai 26 Februari 2026.

Film Drama Psikologis 'Lift' Siap Teror Penonton Mulai 26 Februari

Muhammad Syahrul Ramadhan • 21 Februari 2026 17:07
Ringkasnya gini..
  • Trois Films, bekerja sama dengan Maxima Pictures, siap menggebrak industri perfilman tanah air melalui karya perdana mereka berjudul Lift.
  • Fiilm ini sebuah kritik sosial yang menggunakan lift sebagai metafora ruang sempit yang menekan dan simbol ketidakberdayaan individu dalam sistem.
  • Film ini merupakan film perdana Trois Films yang dari awal dirancang untuk tampil berbeda.
Jakarta: Rumah produksi baru, Trois Films, bekerja sama dengan Maxima Pictures, siap menggebrak industri perfilman tanah air melalui karya perdana mereka berjudul Lift. Film drama psikologis ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 26 Februari 2026
 
Lift hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebuah kritik sosial yang menggunakan lift sebagai metafora ruang sempit yang menekan dan simbol ketidakberdayaan individu dalam sistem. Film ini menjadi debut penyutradaraan bagi Randy Chans, yang mengambil alih kemudi setelah sutradara sebelumnya mengalami kecelakaan.
 
Film ini merupakan film perdana Trois Films yang dari awal dirancang untuk tampil berbeda. Lok S. Iman, yang sering disapa Pak Lok selaku Executive Producer menegaskan bahwa keputusan ini dilakukan dengan pertimbangan yang mantap.

“Kita dari awal memang mau membuat suatu karya yang berbeda dengan yang sudah-sudah. Ini adalah debut pertama Randy, tapi saya percaya Lift akan memberikan nuansa yang berbeda di perfilman Indonesia. Dan saya berharap bisa diterima oleh masyarakat umum,” ujarnya. 
 
Lift dibintangi oleh Ismi Melinda, Shareefa Daanish, Verdi Solaiman, Alfie Alfandy, Max Metino, Tegar Satrya, Luthfi Saputra, Annete Yules, dan Berliana Lovell. Film Lift akan tayang serentak di bioskop mulai 26 Februari 2026
 
Kisah film ini berpusat pada Linda (Ismi Melinda), seorang staf humas PT Jamsa Land yang terjebak di dalam lift enam tahun setelah sebuah kecelakaan tragis. Di dalam ruang terbatas tersebut, ia dipaksa menghadapi permainan berbahaya yang membuka tabir kebenaran masa lalu mengenai dampak keputusan elit penguasa terhadap rakyat kecil.
 
Bagi Ismi Melinda, film ini merupakan tantangan besar karena ia harus menanggalkan citra aktris laga demi peran yang menonjolkan ekspresi mikro dan emosi. “Di sini saya tidak mengeluarkan silat, tapi bersilat lidah. Saya harus menghilangkan muscle memory martial art karena ini self-defense perempuan biasa,” ujarnya.
 
Hal senada juga ditekankan oleh Randy Chans bahwa kekuatan film ini terletak pada micro-expression para pemainnya, bahkan dalam adegan konflik yang digambarkan secara subtil seperti saat bermain catur.
 
Langkah berani Trois Films dalam mengusung genre anti-mainstream ini mendapat dukungan dari Ario Sagantoro, produser di balik film The Raid. Toro terlibat sebagai Technical Advisor dan Co-Produser untuk membantu mewujudkan visi naskah yang menurutnya sangat kuat sejak draf pertama.
 
Executive Producer Lok S. Iman berharap keberanian Trois Films dalam menghadirkan nuansa berbeda dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Setelah Lift, rumah produksi ini juga telah menyiapkan proyek berikutnya yang berjudul Dadu.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA