Film produksi Sinemata Buana Kreasindo tersebut baru saja memperkenalkan official poster dan official trailer. Di balik cerita yang sarat emosi itu, proses produksi justru meninggalkan sejumlah kenangan menyenangkan bagi para pemain. Indah Permatasari mengaku menikmati kebersamaan selama syuting, terlebih karena ia dikelilingi orang-orang yang sudah dekat dengannya.
"Kalau aku sih semua menyenangkan ya syuting apalagi sama bestie-bestie," ujar Indah Permatasari di Jakarta
Pengalaman berbeda dirasakan Achmad Megantara ketika menjalani syuting di Australia. Jadwal produksi yang padat membuat para pemain harus menjalani aktivitas sejak pagi buta hingga kembali saat hari sudah gelap. Kondisi tersebut justru menciptakan kebersamaan yang berkesan bagi mereka.
"Memang kebetulan kita pas ke Australia itu berempat ini pemainnya. Jadi ya ada desak-
desakan, capek-capekan, bangun gelap-gelapan, pulang gelap-gelapan," ungkap Megantara.
Keseruan di balik layar itu berjalan beriringan dengan tantangan Indah dan Megantara dalam membangun hubungan antara Santun dan Rico. Ibadah & Cinta menjadi proyek pertama yang mempertemukan keduanya sebagai pasangan pemeran utama. Meski demikian, Indah menilai chemistry mereka tumbuh secara profesional sesuai kebutuhan cerita.
"Kalau aku pribadi, kita sih profesional aja sebutuhnya aja. Terus juga secara pertemanan kita baik-baik saja dan ya kita memang secara pertemanan aja, kalau misalnya dibutuhkan chemistry kita bangun," ujar Indah.
Megantara juga memiliki pendekatan tersendiri ketika beradu akting dengan Indah. Menurutnya, suasana di lokasi syuting selalu mengikuti tingkat emosi dalam adegan yang sedang mereka jalani. Ketika menghadapi adegan berat, ia berusaha memberikan ruang kepada lawan mainnya untuk mendalami karakter.
"Kalau dari gua pribadi, kalau scene-nya santai ya kita jadi santai. Tapi kalau pas lagi scene-scene yang berat, karena kan juga Indah butuh ruang sendiri, ya sudah kita kasih space supaya dia bisa memuaskan karakternya," kata Megantara.
Dalam Ibadah & Cinta, Megantara berperan sebagai Rico, pemuda asal Melbourne yang menjalani kehidupan tanpa arah dan sedang mencari jati diri. Perjalanannya kemudian mempertemukan Rico dengan Santun, karakter yang diperankan Indah Permatasari, seorang ustadzah muda yang tumbuh di lingkungan pesantren dan memegang kuat nilai-nilai agama.
Melbourne menjadi bagian penting dalam menggambarkan kehidupan awal Rico sebelum perjalanan membawanya ke Nagawangi. Perbedaan dua latar tersebut sengaja digunakan untuk mempertegas perubahan yang dialami karakter utama sepanjang cerita.
"Melbourne merepresentasikan kehidupan yang sangat berbeda dengan dunia yang kemudian ia temukan di Nagawangi. Perpindahan latar ini bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga menggambarkan perjalanan batin seorang anak muda yang sedang mencari arah hidup, identitas, dan makna keimanan," ujar Eksekutif Produser Budi Yulianto.
Baca Juga :
Syuting Rumah Singgah Terasa Berat, Adhisty Zara Teringat Mendiang Acil Bimbo Lawan Kanker
Official trailer Ibadah & Cinta memperlihatkan sebagian perjalanan Rico meninggalkan kehidupan modernnya di Melbourne menuju Nagawangi. Di tempat baru tersebut, ia mulai menemukan cara pandang berbeda mengenai kehidupan dan keimanan. Namun, konflik besar yang menjadi inti perjalanan Rico dan Santun masih disimpan sebagai kejutan bagi penonton.
Selain Indah Permatasari dan Achmad Megantara, Ibadah & Cinta turut dibintangi Mathias Muchus, Elma Theana, Adhin Abdul Hakim, Berlliana Lovell, Sita Permata Sari, Didi Hasyim, Erwin Rakiman, Irene Librawati, Jamie Aditya, dan Stevan Rizky.
Film ini juga menghadirkan tiga lagu soundtrack untuk memperkuat emosi cerita. Lagu "Ibadah & Cinta" dibawakan Berlliana Lovell dan Tresna Ningrum, sementara "Pulangmu Abadi" dinyanyikan Nadzira Shafa dan "Pergi Tanpamu" dibawakan Rianyrian.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda