Jakarta: Adhisty Zara menghadapi pengalaman emosional saat menjalani proses syuting film Rumah Singgah. Perannya sebagai Karla membuat Zara berhadapan dengan cerita yang terasa sangat dekat dengan kehidupan pribadinya.
Ketika proses syuting Rumah Singgah berlangsung di Bandung, mendiang kakek Zara, Acil Bimbo, tengah menjalani perawatan intensif akibat penyakit kanker. Situasi tersebut membuat proses mendalami karakter Karla terasa semakin berat bagi aktris berusia 23 tahun itu.
Zara mengaku berada dalam posisi sebagai caregiver yang ikut mendampingi perjuangan sang kakek. Di satu sisi, ia harus menjalankan tanggung jawab profesional sebagai seorang aktris. Di sisi lain, pikirannya tertuju kepada kondisi sang kakek yang saat itu dirawat di ruang ICU.
"Karena buat aku sendiri proses syuting ini tuh bisa dibilang susah banget. Susah banget karena jadi kebetulan kita tuh kan syuting di Bandung, terus ketika film ini mulai syuting, kakekku tuh almarhum masuk ICU," kata Zara di Jakarta.
Kesempatan libur dari jadwal syuting dimanfaatkan Zara untuk menghabiskan waktu bersama sang kakek. Ia berusaha tetap hadir di tengah kondisi keluarga sekaligus menyelesaikan proses produksi film yang juga membawa tema tentang perjuangan menghadapi kanker.
"Terus kebetulan kakekku juga meninggal ketika hari terakhir syuting gitu. Dan masya Allah kebetulan juga setiap hari libur tuh aku dapet waktu untuk spend time lebih banyak sama Kiyang di ICU saat itu gitu," ucapnya.
Kepergian sang kakek yang bertepatan dengan hari terakhir syuting membuat Rumah Singgah memiliki makna personal bagi Zara. Pengalaman tersebut membuat batas antara emosi sebagai Karla dan perasaan yang sedang dialaminya dalam kehidupan nyata menjadi semakin tipis.
Sejumlah adegan emosional, termasuk ketika Karla harus menangis, akhirnya terasa berbeda bagi Zara. Perasaan kehilangan dan kekhawatiran terhadap kondisi sang kakek membuat emosinya mengalir secara natural selama proses pengambilan gambar. Beberapa adegan berat bahkan membutuhkan waktu lebih lama karena Zara terbawa oleh situasi yang sedang dihadapinya.
Dalam Rumah Singgah, Zara memerankan Karla, seorang atlet lari yang harus menerima kenyataan setelah didiagnosis mengidap osteosarkoma atau kanker tulang ganas. Kehidupannya berubah ketika ia datang ke sebuah rumah singgah yang menjadi tempat bernaung bagi pasien selama menjalani pengobatan.
Di rumah singgah tersebut, Karla bertemu dengan Bu Andin yang diperankan Dewi Irawan serta Mang Didu yang dimainkan Aming. Ia juga mengenal Luki yang diperankan Devano, Toni oleh Ciccio Manassero, dan Pika yang dimainkan Messi Gusti.
Pertemuan para karakter itu kemudian melahirkan persahabatan di tengah kondisi kehidupan yang penuh ketidakpastian. Bersama-sama, mereka berusaha mewujudkan berbagai mimpi sederhana yang tertuang dalam bucket list sebagai cara untuk tetap menemukan kebahagiaan dan harapan.
Kedekatan cerita Rumah Singgah dengan pengalaman pribadinya membuat Zara memandang film tersebut lebih dari sekadar proyek akting. Perjalanan menjadi Karla juga menjadi bagian dari proses dirinya menghadapi salah satu periode emosional dalam kehidupan.
Produser Rumah Singgah dari SENARA, Hans Andreas, menjelaskan bahwa film tersebut memang berangkat dari perjalanan empat karakter yang menghadapi kanker. Namun, cerita yang dihadirkan tidak hanya berfokus pada penyakit, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menemukan alasan untuk terus menjalani kehidupan.
"Kisah film Rumah Singgah diceritakan melalui empat karakternya yang sedang menghadapi penyakit kanker. Mereka yang sedang berada di titik terendah dan tidak tahu berapa lama waktu yang dimiliki. Namun begitu, di tengah kondisi yang tidak menentu, digambarkan bahwa mereka tersenyum dan memilih tetap hidup sepenuhnya karena menemukan harapan dan cinta dari orang-orang yang selalu ada untuk mereka," ujar Hans Andreas.
Rumah Singgah disutradarai Dyan Sunu Prastowo berdasarkan ide cerita Celvin Jaya Hadi dengan skenario yang ditulis Raditya. Film produksi SENARA bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures tersebut juga dibintangi Marthino Lio, Agnes Naomi Shivapriya, dan Alex Abbad.
Film Rumah Singgah dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan