Film Toy Story 5 (Foto: Pixar-Disney)
Film Toy Story 5 (Foto: Pixar-Disney)

Review Toy Story 5: Saat Jessie dkk Melawan Dominasi Teknologi

Rafi Alvirtyantoro • 17 Juni 2026 13:14
Ringkasnya gini..
  • Toy Story 5 berfokus pada transisi kepemimpinan dari Woody ke Jessie serta kemunculan Emily, pemilik pertama Jessie.
  • Cerita film ini menyoroti konflik antara mainan klasik dan gawai pintar Lilypad yang mulai menggeser posisi mereka di hati Bonnie.
  • Toy Story 5 menjadi ajang nostalgia emosional sekaligus memberikan sentilan edukatif bagi orang tua terkait dampak buruk gadget pada anak.
Jakarta: Toy Story 5 menjadi hiburan sekaligus tempat bernostalgia bagi para penonton di bioskop. Film ini menyajikan alur cerita yang ringan, namun memiliki makna yang dalam.

Awal Cerita dan Teknologi Baru

Film dibuka dengan memperlihatkan mainan Buzz Lightyear yang terdampar di sebuah pulau. Tidak dijelaskan alasan mengapa para mainan tersebut bisa berada di sana. Yang penonton ketahui adalah mainan tersebut merupakan versi terbaru dari Buzz Lightyear. Mainan ini sudah dibalut dengan teknologi canggih, berbeda dengan Buzz Lightyear yang kita kenal sebelumnya.
 
Kemudian, adegan beralih kepada Bonnie yang telah berusia 8 tahun. Ia masih bermain dengan para mainan, termasuk Buzz Lightyear dan Jessie. Suasana terasa menyenangkan hingga Bonnie mulai merasa kesepian. Para mainan yang melihat hal tersebut merasa sedih dan mencoba membantu sang anak untuk mendapatkan teman baru.

Kehadiran Lilypad dan Konflik Utama

Untuk mengatasi masalah Bonnie, kedua orang tuanya membelikan sebuah tablet pintar bernama Lilypad. Namun siapa sangka, kehadiran benda tersebut justru membawa penonton ke sebuah perjalanan penerimaan diri yang menyenangkan.
 
Lilypad digambarkan sebagai karakter antagonis yang ingin membahagiakan Bonnie dengan caranya sendiri, sehingga memicu pertentangan dari para mainan lain. Padahal, cara yang dilakukannya justru memberikan dampak buruk bagi Bonnie.

Meski begitu, tidak ada karakter yang benar-benar jahat dalam film Toy Story 5. Lilypad akan “bertobat” pada akhir film dan rukun dengan para mainan. Ini merupakan formula sama yang dipakai dalam seri sebelumnya, sehingga alurnya mudah ditebak.  

Estafet Kepemimpinan Jessie dan Nostalgia Emily

Berbeda dari seri sebelumnya, film Toy Story 5 akan berpusat pada Jessie. Para penonton akan melihat bagaimana mainan tersebut memimpin dan menjalani peran seperti Woody dahulu. Bagi para penggemar Jessie, sekuel ini akan menjadi salah satu film favorit dari waralaba Toy Story. Melalui film ini, mereka bisa mengenal lebih jauh tentang mainan idola tersebut.
 
Para penonton juga bisa melihat wajah pemilik pertama Jessie, yakni Emily, untuk pertama kalinya. Bahkan, rumah lama dan tempat favorit mereka juga muncul di film Toy Story 5.
 
Toy Story 5 akan menjadi ajang nostalgia bagi para penonton yang sudah mengikuti waralaba ini sejak film pertamanya. Kemunculan Woody di film ini pun menjadi pelengkap dari kelompok mainan di rumah Bonnie.  

Tantangan bagi Penonton Baru

Namun, Toy Story 5 akan "memaksa" penonton baru untuk menyaksikan film-film dari seri sebelumnya. Pasalnya, tidak ada kilas balik yang ditampilkan agar mereka mengerti apa yang terjadi dengan para mainan itu. Para penonton mungkin akan bertanya, “Bagaimana Woody bisa terpisah dengan kelompok mainan di rumah Bonnie?” atau “Sejak kapan Buzz Lightyear jatuh cinta dengan Jessie?”
 
Film Toy Story 5 rasanya seperti menyadarkan penonton setia waralaba ini bahwa mereka "sudah tua." Hal ini diwakili oleh warna cat pada bagian kepala Woody yang memudar seolah mainan itu mengalami kerontokan rambut, serta kondisi tubuhnya yang tidak sebugar dahulu.  

Realitas Zaman dan Sentilan Edukatif

Para mainan yang dulu kerap dimainkan, kini hanya tersimpan di dalam gudang. Bahkan, ada juga yang sampai dibuang dan dilupakan begitu saja. Jika sebelumnya para mainan ditinggalkan karena anak-anak yang tumbuh dewasa, kini keadaan berubah dengan hadirnya teknologi. Sebagian besar anak-anak di film ini sudah terpapar teknologi, yang membuat Bonnie terlihat ketinggalan zaman.
 
Namun, film Toy Story 5 secara tidak langsung memberikan teguran kepada para orang tua yang memberikan gawai kepada anak-anak mereka. Penggunaan gawai yang berlebihan ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi anak, bahkan kepada benda itu sendiri.
 
Secara keseluruhan, film Toy Story 5 cukup menghibur untuk disaksikan bersama keluarga, khususnya bagi orang tua dan anak-anak. Film ini juga memiliki unsur komedi segar yang mampu membuat penonton tertawa sepanjang cerita bergulir.
 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA