Proyek ini sekaligus menjadi tonggak awal LUGU Group dalam membangun ekosistem hiburan digital yang terintegrasi. Chairman LUGU Group, Hendri Lukito, menjelaskan bahwa kehadiran platform ini merupakan langkah strategis untuk memperluas lini bisnis perusahaan ke industri kreatif.
Menurutnya, pengembangan platform digital menjadi bagian penting dari arah pertumbuhan grup.
"Sebagai ekstensi karena dalam ekosistem LUGU GROUP saat ini sudah mulai merambah ke dunia produksi dan entertainment, maka pembuatan platform digital sendiri ini jadi salah satu langkah konkret yang kita lakukan," tutur Hendri Lukito.
Dari sisi cerita, micro drama ini mengangkat kisah penuh konflik yang dekat dengan realitas kehidupan. Tokoh utama Kirana yang diperankan oleh Hyku Bella digambarkan sebagai perempuan karier yang sukses namun harus menghadapi kenyataan pahit dalam rumah tangganya.
Ia menemukan bahwa suaminya justru menggunakan praktik guna-guna untuk mengendalikan hidupnya dan menguras harta yang dimilikinya. Dalam situasi tersebut, Kirana kemudian bertemu dengan sosok Joko yang diperankan oleh Michael Bastian, seorang dukun yang membantunya melawan kekuatan tersebut.
Cerita Dukun Tampan Penjaga Hati ditulis oleh Stephani Laurensia dan disutradarai oleh Natanel Suhandy. Keduanya menghadirkan narasi yang memadukan drama, budaya lokal, dan unsur spiritual yang kental.
Format micro drama vertikal dipilih karena dinilai relevan dengan kebiasaan konsumsi konten masyarakat saat ini. Selain itu, konsep cerita yang ringan dan mudah dipahami diharapkan mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
"Ini adalah proyek micro drama yang spesial dari kita, perdana dan masih sangat sedikit yang membuat konsep micro drama yang betul betul fokus dengan keseharian dan keberagaman budaya orang Indonesia," ujar Hendri.
Ke depan, Dukun Tampan Penjaga Hati akan tayang secara eksklusif melalui aplikasi CINE.ID serta kanal YouTube resmi platform tersebut. Strategi distribusi ini diharapkan mampu menjangkau penonton dari berbagai kalangan.
"Kami menargetkan diri menjadi rumah bagi beragam konten kreatif. Mulai dari film, serial, video pendek, hingga konten anak, seluruhnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan hiburan keluarga modern," tutup Hendri Lukito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News