Tak hanya di Pulau Jawa, film SAHDU juga menggelar acara nonton bareng hingga Pulau Kalimantan. Salah satunya di Samarinda yang dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Ir. H. Rusmadi, M.S., Ph.D.
“Film ini sangat luar biasa. Banyak pesan yang sangat mendalam. Pesan moralnya, jangan pernah menyakiti hati ibu kita apa pun kondisinya," kata Rusmadi dalam keterangan tertulisnya.
Selain Rusmandi, sejumlah tokoh di berbagai daerah memberikan pujian terhadap film garapan sutradara Muhammad Amrul Ummami itu. Sebut saja Ummi Harneli Mahyeldi yang merupakan istri Gubernur Sumatera Barat. Menonton film ini membuat dia merindukan ibu.
"Memang sebagai orangtua mungkin pernah salah, namanya juga manusia. Tapi bagaimanapun jangan sampai kita menyakiti hatinya. Ini pelajaran yang luar biasa bagi saya sendiri, sangat terasa. Orangtua Ummi telah meninggal, jadi sangat terasa sekali ketika melihat film ini," katanya.
Film SAHDU memang mengangkat kisah hubungan seorang anak dan ibunya. Chand Kelvin yang berperan sebagai Dewa tinggal bersama ibunya yang single parent karena ditinggal wafat suaminya. Dewa sibuk dengan pekerjaan serta kegiatannya di kota besar, Jakarta. Sehingga, tidak memiliki banyak waktu berkualitas untuk berinteraksi bersama sang ibu.
"Kesuksesan film SAHDU ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Film SAHDU per 2 Oktober kemarin telah disaksikan oleh lebih dari 150.000 penonton," kata Novandrian selaku Produser Film SAHDU.
Setelah ini, Novandrian menyebut pihaknya berencana memboyong film yang dibintangi Chand Kelvin itu tayang di Malaysia.
“Semua kini terlibat secara bergotong royong melejitkan dan membesarkan film ini. Bahkan kini sedang dijajaki undangan pemutaran film dari negara tetangga untuk menghadirkan film SAHDU di bioskop-bioskop Malaysia. Ini tentunya akan menaikkan kembali prestasi dan kebanggaan film Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News