Road to Balinale 2026 (Foto: instagram)
Road to Balinale 2026 (Foto: instagram)

Road to Balinale 2026 Digelar di Sanur, Awal Meriah Festival Film Bertaraf Dunia

Elang Riki Yanuar • 04 Mei 2026 07:27
Ringkasnya gini..
  • Road to Balinale 2026 jadi pembuka festival film internasional di Sanur, menghadirkan suasana kolaboratif sebelum acara utama 1 hingga 7 Juni
  • Balinale 2026 perkuat posisi sebagai festival kualifikasi Oscar dengan 100 film dari 35 negara dan lebih dari 1300 karya masuk
  • Ajang ini dorong industri film nasional lewat kategori baru, program talenta, dan kolaborasi global yang melibatkan komunitas serta pemerintah
Jakarta: Balinale 2026 atau Bali International Film Festival edisi ke-19 segera digelar. Sebagai pembuka rangkaian acara, digelar kegiatan bertajuk Road to Balinale 2026 pada Kamis, 30 April 2026 di Terrace Soekarno Lounge, The Meru Sanur.
 
Acara ini menjadi langkah awal menuju festival utama yang akan berlangsung pada 1 hingga 7 Juni 2026. Balinale tahun ini menempatkan Icon Bali Mall sebagai pusat kegiatan, dengan pemutaran film di jaringan Cinema XXI serta sejumlah lokasi pilihan lain di kawasan Sanur.
 
Tidak hanya berfungsi sebagai acara pembuka, kegiatan ini menunjukkan semakin kuatnya peran Sanur sebagai ruang budaya. Wilayah ini kini berkembang menjadi titik temu antara sinema internasional, komunitas lokal, serta pertukaran kreatif yang berakar pada nilai budaya Bali.

Keterlibatan berbagai pihak turut memperkuat makna acara ini. Komunitas lokal, pelaku industri perhotelan, media, seni, bisnis, hingga budaya hadir bersama dalam satu ruang yang mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor.
 
Balinale sendiri terus menegaskan posisinya sebagai festival film bergengsi. Festival ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang menyandang status Academy Award Qualifying Festival, membuka peluang besar bagi sineas untuk melangkah ke panggung global.
Sejak ditetapkan sebagai festival kualifikasi Oscar pada 2024, Balinale semakin menarik perhatian internasional. Kompetisi film pendeknya kini menjadi jalur strategis bagi kreator untuk mendapatkan pengakuan dunia.
 
Memasuki tahun 2026, antusiasme terhadap festival ini terlihat dari lebih dari 1.300 karya yang masuk dari berbagai negara. Jumlah tersebut menunjukkan jangkauan global yang terus berkembang, termasuk partisipasi dari sineas Indonesia.
 
Dari ribuan karya tersebut, Balinale akan menampilkan 100 film dari 35 negara. Program ini mencakup berbagai kategori seperti film panjang, dokumenter, hingga animasi, lengkap dengan puluhan penayangan perdana tingkat dunia, internasional, dan Asia.
 
Tahun ini juga menghadirkan kategori baru bertajuk Best Indonesian Short Tapestry of Indonesia. Kategori ini menjadi ruang khusus untuk menampilkan kekayaan cerita lokal dalam format film pendek.
 
Di sisi lain, Balinale terus berperan dalam mendorong pertumbuhan industri film nasional. Festival ini memberi ruang bagi sutradara muda, memperkuat keberagaman suara dalam film fiksi dan dokumenter, serta mendukung perkembangan teknologi produksi modern.Road to Balinale 2026 Digelar di Sanur, Awal Meriah Festival Film Bertaraf Dunia
 

 
Program pengembangan talenta juga menjadi bagian penting dari festival. Salah satu yang disorot adalah Art of the Score dari The Juilliard School yang dipandu oleh Dr. Edward Bilous, Director Juilliard Center for Creative Technology.
“Balinale selalu lebih dari sekedar pemutaran film. Ini adalah ruang untuk membangun koneksi - antarbudaya, antarkomunitas, dan antara manusia dengan cerita yang bermakna. Melalui Road to Balinale 2026, kami dengan senang hati memulai perjalanan ini di Sanur, sebuah tempat dengan kehangatan, karakter, dan semangat komunitas yang kuat," kata Pendiri sekaligus Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti. 
 
Dukungan juga datang dari berbagai pihak pemerintah. Kementerian Kebudayaan menjadi sponsor utama, dengan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kota Denpasar.
 
Selama sepekan penyelenggaraan, Balinale 2026 akan menghadirkan berbagai agenda menarik. Mulai dari pembukaan festival, Bali Film Forum, program OceanX dalam Bali Ocean Days, malam penghargaan, hingga penutupan terbuka yang melibatkan publik luas.
 
"Menjelang edisi ke-19 Balinale pada Juni mendatang, kami berharap acara ini dapat memberikan gambaran awal tentang semangat festival sekaligus mengajak Sanur menjadi bagian dari perjalanan ini," ujarnya. 
 
Melalui seluruh rangkaian ini, Balinale kembali menegaskan identitasnya sebagai festival yang tidak hanya menghadirkan film, tetapi juga ruang dialog, kolaborasi internasional, dan pengalaman budaya yang inklusif.
 
"Dengan latar laut dan suasana senja, acara ini diharapkan menjadi pembuka yang hangat dan berkesan bagi musim festival yang akan datang," tutupnya.
 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA