Jakarta: Widi Mulia mengaku antusias ketika ditawari bergabung dalam drama musikal bertajuk Sirena: Air Mata dari Lautan. Keterlibatan Widi di drama musikal ini membuatnya teringat pengalaman ketika belajar dari seniman besar Indonesia seperti mendiang Didi Petet dan Guruh Soekarnoputra.
Pengalaman dan pelajaran yang pernah didapat dari Guruh hingga Didi Petet itu ingin Widi bagikan kepada anak-anak muda yang ikut tergabung dalam proyek Sirena: Air Mata dari Lautan.
"Ini jadi tantangan tersendiri buat aku. Aku mau kasih lihat kita bisa move forward together. Ini juga yang jadi penyemangat setiap latihan. Aku juga jadi dapat sesuatu yang baru," kata Widi Mulia di Jakarta.
Drama musikal Sirena: Air Mata dari Lautan bakal digelar di Balai Sarbini, Jakarta, pada 9-10 Oktober 2026. Pertunjukan itu memadukan musik, drama, koreografi, tata artistik, multimedia, serta imajinasi dunia bawah laut dan daratan, dengan sentuhan kultur lokal Indonesia.
Direktur Shine Era Entertainment, Mikhalouda menyatakan, salah satu pesan yang ingin disampaikan musikal ini adalah pentingnya saling mendukung ketika menghadapi kekurangan satu sama lain. Drama musikal ini juga melibatkan pemain para penyandang disabilitas.
"Yang ingin kita tekankan, di dunia Sirena adalah saling back up, apabila ada kekurangan satu sama lain," kata Mikhalouda
Persiapan pentas Sirena sendiri memerlukan waktu sekitar tiga bulan dengan sekitar 28 kali latihan. Salah satu tantangan terbesar adalah, Balai Sarbini bukan merupakan venue khusus pertunjukan teater. Kondisi itu kemudian dijawab tim produksi, melalui penggunaan teknologi multimedia, untuk membangun fantasi dunia Sirena.
"Kalau properti itu susah, kita ambil multimedianya. Kita akan mengubah fantasi itu menjadi sangat menarik di sisi multimedianya," katanya.
Bagi Widi Mulia, generasi muda perlu mendapatkan akses seluas-luasnya untuk belajar, bermimpi, dan mengembangkan imajinasi. Dia berharap, Sirena dapat menjadi salah satu ruang, yang membuat penonton kembali menumbuhkan harapan, melalui pengalaman menikmati karya seni.
"Buka seluas-luasnya akses untuk mengenyam, untuk menyerap pendidikan dan bermimpi, berimajinasi," ucap Widi.
Pertunjukan ini menghadirkan Rara Sudirman sebagai Sirena, bersama Muhammad Fachad Haydra sebagai Anthony dan Radhyna Azahra Putri sebagai Reina. Aktris dan solois Widi Mulia berperan sebagai Ratu Kaia, sedangkan Agus Wisman sebagai Raja Athar dan Teuku Zacky turut tampil sebagai Prof. Dharma.
Pertunjukan ini juga melibatkan talenta muda dan cilik, antara lain Rasyad Aiman Agus sebagai Leo, Firzanah Alya sebagai SIRENA kecil, Yoan Cocohamida sebagai Anthony kecil, dan Loisa Ramadhani sebagai Reina kecil.
Pentas drama musikal ini pun mendapat dukungan dari istri Menteri Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf. Menurutnya, drama musikal seperti Sirena dapat menjadi ruang bagi anak-anak, untuk menikmati karya seni, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap industri kreatif.
"Saya sangat mengapresiasi. Saya sangat bangga, sangat terharu, ketika saya mendengar ada sekitar 7-10 anak disabilitas pemain musik dilibatkan," ujar Fatma.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan