Teater Musikal
Teater Musikal

Musikal Calon Arang Dobrak Stigma tentang Tokoh Baik dan Jahat

Elang Riki Yanuar • 18 September 2026 07:24
Ringkasnya gini..
  • Musikal Calon Arang mengaburkan batas moral baik dan jahat dengan menyoroti kasih sayang tulus seorang ibu di balik sosok penyihir sakti.
  • Konflik memuncak saat siasat politik utusan kerajaan menghancurkan hati Ratna Manggali hingga memicu pertarungan antara Calon Arang dan Barada.
  • Pertunjukan emosional yang disutradarai Ara Ajisiwi ini dipentaskan di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta pada rentang 17 hingga 20 September 2026.

Jakarta: Legenda klasik Calon Arang selama ini melekat dalam ingatan masyarakat sebagai kisah hitam-putih tentang kejahatan ilmu sihir yang dihancurkan oleh kebaikan dogma agama. Namun, dalam garapan terbarunya, EKI Dance Company mencoba mendobrak stigma tersebut lewat pementasan Musikal "Calon Arang".

Di bawah arahan sutradara muda Ara Ajisiwi, pertunjukan ini hadir untuk mengajak penonton merenungkan kembali batas-batas moralitas secara lebih manusiawi dan relevan dengan kehidupan sosial masa kini.

 

Pementasan ini berfokus pada upaya mengaburkan sekat tegas antara tokoh yang dianggap baik dan jahat. Cerita tidak lagi memosisikan Calon Arang semata-mata sebagai sosok penyihir jahat yang haus darah, melainkan seorang ibu tunggal yang berjuang membela harkat diri dan putri kesayangannya, Ratna Manggali.

Malapetaka yang disebar Calon Arang timbul dari amarah atas perlakuan diskriminatif warga desa. Di sisi lain, kubu Empu Barada yang mengatasnamakan kebaikan justru menggunakan siasat manipulatif dan tipu daya, dengan memanfaatkan ketulusan cinta Ratna Manggali sebagai celah untuk merebut kitab sakti milik Calon Arang.

 


Cerita Teater Musikal "Calon Arang" 

Jalan cerita musikal ini menelusuri ikatan emosional antara Calon Arang dan Ratna Manggali di Desa Girah. Ketika warga menjauhi Ratna, Calon Arang meluapkan amarahnya lewat mantra sihir. Misi rahasia pun dijalankan oleh Bahula yang berpura-pura jatuh cinta dan menikahi Ratna demi mencuri kitab pusat kekuatan sang penyihir.

Pengkhianatan Bahula pada hari pernikahan membuat hati Ratna hancur berantakan. Pertarungan tak terelakkan antara Calon Arang dan Empu Barada berujung pada gugurnya sang ibu. Namun, kematian Calon Arang tidak menyelesaikan penderitaan, melainkan membangkitkan dendam membara dalam diri Ratna Manggali yang menyadari bahwa dogma sok suci sering kali menyimpan kebohongan.

Sutradara dan Pemain Teater Musikal "Calon Arang" 

Kekuatan cerita emosional ini dihidupkan oleh jajaran pemeran utama yang tampil sangat solid. Ara Ajisiwi memimpin panggung lewat peran ganda sebagai sutradara dan pemeran Calon Arang. Nala Amrytha membawakan karakter Ratna Manggali dengan penuh kepedihan, beradu peran dengan Gerry Gerardo sebagai Bahula yang penuh siasat. Gabriel Harvianto tampil berwibawa sebagai Empu Barada, didampingi oleh Sita Nursanti yang membawakan karakter Dewi Durga dengan sangat magis.

 

 

  

Pementasan Teater Musikal "Calon Arang"

Pertunjukan yang sarat akan pesan moral mendalam ini diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Pementasan berlangsung sepanjang rentang waktu 17 sampai 20 September 2026. Publik dapat menyaksikan drama emosional ini melalui tujuh jadwal pertunjukan yang telah disiapkan, diawali pertunjukan perdana pada Kamis, 17 September 2026 pukul 19.30 WIB, serta pementasan dua kali sehari pada Jumat, Sabtu, dan Minggu tanggal 18, 19, dan 20 September 2026 yang terbagi dalam jadwal pertunjukan sore pukul 15.00 WIB dan pertunjukan malam pukul 19.30 WIB.

 

(Sumber: Instagram @ ekidancecompany)







 

(Dinda Intan Ramadhani) 

 


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA