Erwin Gutawa Orchestra x Fourtwnty di Pestapora 2026 (Foto: Medcom/Basuki)
Erwin Gutawa Orchestra x Fourtwnty di Pestapora 2026 (Foto: Medcom/Basuki)

Guruh Soekarnoputra Wafat, Erwin Gutawa Ajak Penonton Pestapora Mengheningkan Cipta

Basuki Rachmat • 26 September 2026 21:56
Ringkasnya gini..
  • Erwin Gutawa mengajak penonton Pestapora 2026 mengheningkan cipta untuk mengenang Guruh Soekarnoputra yang wafat pada usia 73 tahun.
  • Erwin Gutawa Orchestra membawakan karya Guruh yang pernah dipopulerkan Chrisye sebagai penghormatan di tengah kolaborasi bersama Fourtwnty.
  • Penghormatan untuk Guruh menjadi bagian dari penampilan Erwin Gutawa Orchestra yang hadir tiga hari berturut-turut di Pestapora 2026.
Jakarta: Komponis sekaligus penulis lagu Erwin Gutawa memberikan penghormatan kepada maestro musik Tanah Air, Guruh Soekarnoputra, yang meninggal dunia pada usia 73 tahun, Sabtu, 26 September 2026. Momen tersebut berlangsung di tengah penampilan Erwin Gutawa Orchestra dalam gelaran Pestapora 2026.

Erwin Gutawa Orchestra tampil dalam kolaborasi spesial bersama Fourtwnty pada hari kedua Pestapora 2026 di panggung Sat Set Stage, Sabtu malam. Penampilan tersebut juga menjadi bagian dari comeback Fourtwnty bersama Ari Lesmana dan Nuwi setelah sebelumnya memilih vakum dari industri musik sejak 28 Februari 2025.

Penampilan dibuka dengan lagu "Angin Malam" dalam aransemen instrumental orkestra. Setelah itu, Erwin Gutawa menyampaikan kabar duka atas kepergian Guruh Soekarnoputra, sosok yang dikenal sebagai salah satu maestro musik Indonesia sekaligus putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Erwin kemudian mengajak seluruh penonton Pestapora 2026 untuk bersama-sama mengenang Guruh melalui doa dan mengheningkan cipta. Ia juga menyiapkan sebuah karya Guruh yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Chrisye.

"Kita tahu Pestapora adalah pestanya musik Indonesia, baik untuk musisi maupun yang menikmati. Hari ini ada berita sedih, karena musik Indonesia dan kami semua di sini sedang sangat berduka dan kehilangan. Karena wafatnya seorang tokoh, maestro, seniman besar Indonesia, Guruh Soekarnoputra," tutur Erwin Gutawa.
 

Sebelum Fourtwnty naik ke atas panggung, Erwin mengungkapkan bahwa penghormatan tersebut merupakan gagasan yang muncul secara spontan. Ia pun meminta para penonton untuk sejenak mengheningkan cipta dan mendoakan Guruh.

"Jadi sebelum Ari dan Nuwi muncul, dan sebenarnya ini ide dadakan, kami baru ngelatih tadi di belakang panggung, izinkan saya mengajak Anda semua sebentar untuk mengheningkan cipta, berdoa untuk beliau," ungkapnya mengajak penonton memanjatkan doa bersama.

Erwin kemudian menjelaskan bahwa dirinya bersama Erwin Gutawa Orchestra akan memainkan salah satu karya Guruh yang pernah dipopulerkan oleh Chrisye sebagai bentuk penghormatan terhadap sang maestro.

"Dan sementara itu, saya dan teman-teman akan memainkan salah satu karya indah dari Mas Guruh yang juga pernah dipopulerkan oleh Chrisye," lanjutnya.

Penampilan tersebut kemudian ditutup dengan doa Erwin untuk Guruh Soekarnoputra.

"Semoga arwah Mas Guruh di tempat terbaik di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Amin," tutup Erwin Gutawa.
   

Tiga Hari Berturut-turut di Pestapora

Kehadiran Erwin Gutawa Orchestra di Pestapora 2026 menjadi salah satu rangkaian penampilan spesial. Grup orkestra tersebut dipercaya tampil selama tiga hari berturut-turut dengan menghadirkan kolaborasi berbeda di setiap harinya.

Pada hari pertama Pestapora 2026, Erwin Gutawa Orchestra tampil bersama Ardhito Pramono dan Danilla. Sementara pada hari kedua, mereka berkolaborasi dengan Fourtwnty.

Pada hari ketiga, Erwin Gutawa Orchestra dijadwalkan kembali hadir dengan menggandeng penyanyi Afgan sebagai rekan kolaborasi.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA