Film ini disutradarai sekaligus ditulis oleh komika Bene Dion Rajagukguk. Untuk memperkuat aspek musikal, Bene turut menggandeng musisi sekaligus komposer legendaris Viky Sianipar sebagai penata musik.
Dalam sesi jumpa pers yang digelar di Studio Sepat 72, Jakarta Selatan, pada Jumat, 17 April 2026, Bene mengungkapkan bahwa film ini akan menghadirkan sembilan lagu Batak yang menjadi elemen penting dalam membangun alur cerita.
Ia menjelaskan bahwa proses kreatif dimulai dari kurasi lagu, sebelum akhirnya dikembangkan menjadi narasi cerita yang utuh untuk film Pulang Kampung.
"Jadi aku me-list dulu lagu-lagu Batak yang aku rasa kayaknya bagus untuk dimasukkan ke dalam filmnya. Setelah aku list lagu-lagunya baru aku memikirkan apa cerita yang cocok supaya lagu-lagu ini pas dengan adegannya gitu, baru akhirnya dipikirin konfliknya," ungkap Bene Dion.
Pastikan Hak Cipta dan Royalti Aman
Di tengah isu sensitif terkait hak cipta dan distribusi royalti musik di Tanah Air, pihak produksi memastikan seluruh penggunaan lagu dalam film ini telah melalui proses perizinan yang sesuai.Produser film Pulang Kampung, Dipa Andika, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan seluruh proses secara legal dan transparan.
"Kalau ditanya terkait royalti, InsyaAllah semua sudah kita urus, dan memang kita pengennya semua berjalan dengan resmi gitu bukan yang colongan kita pakai," ungkap Dipa Andika, selaku produser film Pulang Kampung.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh pemegang hak cipta akan mendapatkan haknya secara layak sesuai dengan koridor hukum yang telah berlaku saat ini.
"Kita maunya memang semua harus berjalan dengan resmi. Kita ada hak ciptanya, dan semua (pemegang hak cipta) harus mendapatkan hak yang semestinya," tutup Dipa.
Sinopsis Film Pulang Kampung
Film Pulang Kampung berkisah tentang Daniel, seorang pemuda Batak kelahiran Jakarta, yang dipaksa menjadi calon legislatif (caleg) oleh orang tuanya untuk mewakili tanah kelahiran ayahnya, seorang pengacara sukses.Tapi ketika pulang kampung, ia justru jatuh cinta pada Uli, gadis lokal yang membantunya mempelajari tentang keindahan budaya tanah Batak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News