Film Ghost in the Cell (Foto: dok. Come and See Pictures)
Film Ghost in the Cell (Foto: dok. Come and See Pictures)

Ghost In The Cell Raih 1 Juta Penonton, Joko Anwar Kembali Ukir Prestasi Baru

Basuki Rachmat • 22 April 2026 22:23
Ringkasnya gini..
  • Ghost In The Cell tembus 1.055.497 penonton di hari ke-6 tayang. Film horor fantasi garapan Joko Anwar terus naik sejak premier.
  • Kesuksesan Ghost In The Cell memperpanjang rekor Joko Anwar: tujuh film berturut-turut tembus 1 juta penonton di bioskop Indonesia.
  • Joko Anwar sebut Ghost In The Cell dibuat sebagai ruang refleksi dan harapan, agar penonton merasa “menang” selama 1 jam 46 menit.
Jakarta: Film terbaru karya sutradara Joko Anwar, Ghost In The Cell, terus menunjukkan tren positif sejak penayangan perdananya di bioskop Tanah Air. Proyek kolaborasi dari rumah produksi Come and See Pictures, RAPI Films, dan Legacy Pictures ini berhasil menembus angka lebih dari satu juta penonton dalam waktu kurang dari sepekan.
 
Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadi Joko Anwar pada Rabu, 22 April 2026, sutradara yang dikenal berkat film Pengadi Setan (2017) ini mengabarkan bahwa film bergenre horor fantasi tersebut telah meraih 1.055.497 penonton hingga hari keenam penayangan.
 
"Sampai dengan hari ke-6, Ghost in the Cell udah tembus 1juta penonton. Terima kasih teman-teman yang sudah menonton, mendiskusikan, mengkritik, merayakan Ghost in the Cell. Ini film fantasi. Di dunia nyata kita belum bisa menang. Tapi nanti harus menang!," tulis Joko Anwar dalam keterangan unggahannya di Instagram.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan konsistensi Joko Anwar di industri perfilman nasional. Ia tercatat sebagai sineas Indonesia yang sukses menghadirkan tujuh film berturut-turut dengan raihan lebih dari satu juta penonton.

Sebelumnya, capaian serupa diraih lewat sejumlah film populer garapannya, seperti Pengabdi Setan (2017), Gundala (2019), Perempuan Tanah Jahanam (2019), Pengabdi Setan 2: Communion (2022), Siksa Kubur (2024), hingga Pengepungan di Bukit Duri (2025).
 
Dalam pernyataan resmi terbarunya, Joko Anwar menyebut bahwa film ini dihadirkan sebagai ruang refleksi sekaligus harapan bagi penonton.
 
"Misi kami ketika membuat film ini adalah supaya setidaknya selama 1 jam 46 menit kita, para Warga Negara Indonesia (WNI), bisa merasa menang. Tidak menyangka akan disambut dengan begitu hangat. Perasaan kita sama. Mudah-mudahan keadilan bisa datang. dan tidak harus menunggu hantu turun tangan," ungkap Joko Anwar, dikutip dari Media Indonesia pada Rabu, 22 April 2026.
 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA