Teuku Ryzki alias Kiki TBA (Foto: Medcom/Basuki)
Teuku Ryzki alias Kiki TBA (Foto: Medcom/Basuki)

15 Tahun di Dunia Hiburan, Teuku Ryzki Kini Tak Lagi Sekadar Mengejar Uang

Basuki Rachmat • 16 Juli 2026 10:52
Ringkasnya gini..
  • Teuku Ryzki memaknai pekerjaannya di dunia hiburan sebagai cara merayu Tuhan dengan mencari keberkahan, bukan sekadar mengejar uang.
  • Setelah 15 tahun berkarier, Teuku Ryzki menemukan kebahagiaan lewat pertemuan dengan banyak orang dan kemampuannya menghidupi keluarga.
  • Film Seni Merayu Tuhan mengubah Teuku Ryzki menjadi lebih peduli dan rajin menghubungi teman-temannya untuk sekadar menanyakan kabar.
Jakarta: Bagi Teuku Ryzki atau Kiki yang kini dikenal dengan grup musik TBA, setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Bukan hanya lewat ibadah, tetapi juga melalui pekerjaan yang dijalani dengan tulus dan memberikan manfaat bagi orang lain.
 
Pemaknaan itu semakin ia rasakan setelah membintangi film drama Seni Merayu Tuhan, adaptasi dari buku bestseller karya Habib Jafar dengan judul yang sama. Dalam film garapan rumah produksi Wahana Kreator yang menjadi debut penyutradaraan editor peraih tiga Piala Citra FFI, Cesa David Luckmansyah, Kiki memerankan karakter Khatib, sahabat setia dari karakter utama bernama Hikmah (Ari Irham).
 
Khatib menjadi sosok yang terus menemani Hikmah ketika hidupnya berada di titik terendah, mulai dari kehilangan sang ibu (Rieke Diah Pitaloka) hingga terjebak dalam gemerlap masa muda bersama kekasihnya, Sophia (Lutesha).

Saat ditemui dalam sesi press junket di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Juli 2026, Kiki mengaku film tersebut membuatnya kembali merenungkan perjalanan hidup dan karier yang telah ia jalani sejak kecil.
 
"Seni Merayu Tuhan menurut saya... saya dari kecil sudah menyanyi. Dari syuting Coboy Junior tahun 2011 sampai sekarang, berarti sudah sekitar 15 tahun saya menjalani dunia ini. Saya menyanyi, main film, tampil di panggung teater. Sempat muncul pertanyaan, sebenarnya saya ngapain ya? Banyak pekerjaan yang lebih settle, mungkin lebih punya potensi menghasilkan uang lebih banyak. Tapi kenapa saya tetap di sini?" ujar Kiki.
 

Baca Juga :

Onad Dapat Pencerahan Usai Bintangi Film Seni Merayu Tuhanhttps://www.medcom.id/hiburan/film/MkM5OXRk-onad-dapat-pencerahan-usai-bintangi-film-seni-merayu-tuhan


 
Seiring berjalannya waktu, Kiki menemukan jawabannya. Menurutnya, kebahagiaan terbesar bukan hanya soal hasil yang diperoleh, melainkan kesempatan untuk bertemu banyak orang, berbagi cerita, dan mengenal kehidupan dari berbagai sudut pandang.
 
"Ternyata saya senang bertemu orang-orang baru di industri ini, ngobrol, tertawa, bercerita, dan lebih mengenal manusia. Mungkin itu cara saya merayu Tuhan. Dari pekerjaan ini saya bisa menghidupi keluarga, dan keberkahan-keberkahan seperti itu yang sekarang saya kejar. Saya bekerja bukan hanya untuk uangnya, tapi untuk mendapat berkahnya. Itu salah satu cara saya merayu Tuhan," lanjutnya.
 
Tak hanya memberi pengalaman baru sebagai aktor, Seni Merayu Tuhan juga membawa perubahan dalam kehidupan pribadi Kiki. Ia mengaku kini menjadi lebih peduli terhadap orang-orang di sekitarnya, sesuatu yang sebelumnya jarang ia lakukan.
 
"Refleksi yang saya dapat dari film ini, saya sebenarnya bukan tipe orang yang rajin mengecek kabar teman-teman. Saya jarang bertanya mereka lagi baik-baik saja atau sedang menghadapi apa. Tapi setelah syuting film ini selesai, saya jadi lebih sering menghubungi teman-teman, sekadar menanyakan kabar atau menelepon tiga sampai lima menit sebelum tidur untuk memastikan mereka baik-baik saja. Jujur, beberapa tahun sebelumnya saya hampir tidak pernah melakukan itu," tuturnya.
 
Menurut Kiki, perhatian sederhana kepada orang terdekat terkadang menjadi hal yang paling berharga. Pengalaman membintangi film ini pun membuatnya menyadari bahwa merawat hubungan dengan sesama juga menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang ia maknai sebagai caranya "merayu Tuhan".
 
Seni Merayu Tuhan dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy.
 
Diproduseri oleh Salman Aristo dan Sigit Pratama, film ini menjadi debut penyutradaraan editor Pemenang 3 Piala Citra FFI, Cesa David Luckmansyah. Naskah film ini ditulis oleh Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S. Noer. Di film ini, Gina juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania.
 
Film Seni Merayu Tuhan akan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.
 

 

 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA