Film Piye To Kih? (Foto: instagram)
Film Piye To Kih? (Foto: instagram)

Cerita Cinta Beda Alam Dara Sarasvati dan Mukidi di Film Piye To Kih?

Elang Riki Yanuar • 20 Oktober 2026 15:00
Ringkasnya gini..
  • Piye To Kih? mengisahkan cinta Mukidi dan Sukma yang terhalang perbedaan alam dan agama dalam balutan komedi, horor, dan romansa.
  • Dara Sarasvati berharap karakter Sukma dalam Piye To Kih? mengingatkan perempuan agar tetap menghargai diri sendiri meski mencintai dengan tulus.
  • Sutradara Ito Mavin mengangkat pesan tentang memantaskan diri untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan melalui kisah cinta manusia dan hantu dalam Piye To Kih?.
Jakarta: Kisah cinta antara manusia dan hantu menjadi premis utama film Piye To Kih?. Menggabungkan komedi, horor, dan romansa, film produksi Miracle Films ini menghadirkan hubungan rumit antara Mukidi dan Sukma yang terhalang perbedaan alam hingga agama.

Sutradara sekaligus produser Ito Mavin menjelaskan, pemilihan judul Piye To Kih? berangkat dari ungkapan bahasa Jawa yang menggambarkan kebingungan ketika seseorang menghadapi situasi di luar perkiraan.

"Jadi, 'piye to kih' itu dalam bahasa Jawa artinya sebuah ungkapan kalimat yang menggambarkan sebuah situasi di mana kita menemukan sesuatu yang di luar dari apa yang kita perkirakan. Jadi bisa dibilang kerumitan, ruwet, keruwetan, dan lain sebagainya," ujar Ito Mavin di Jakarta. 

Kerumitan tersebut tercermin dalam perjalanan cinta Mukidi, karakter yang diperankan Heri Chandra. Dia terlibat hubungan romantis dengan Sukma, perempuan yang diperankan Dara Sarasvati dan ternyata merupakan sosok hantu.
Hubungan keduanya menjadi semakin rumit karena tidak hanya berbeda alam, tetapi juga berbeda agama. Situasi tersebut menjadi sumber konflik sekaligus membuka ruang bagi berbagai kejadian komedi yang mewarnai cerita.

"Jadi bayangkan seseorang menjalin hubungan atau terlibat hubungan romansa dengan seorang perempuan, di mana perempuan ini sudah beda alam, beda agama pula, gitu. Jadi kalau misalkan kita beda alam aja atau beda agama tinggi banget ya temboknya, tapi ini udah beda alam sekalian gitu. Jadi temboknya udah luar biasa tinggi," jelas Ito.

Ito ingin mengajak penonton melihat bagaimana seseorang seharusnya mempersiapkan diri untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, termasuk dalam urusan percintaan.

"Sebenarnya yang pengin kita sampaikan ke penonton lebih besar daripada itu. Jadi kita pengin bicara tentang bagaimana manusia memantaskan diri ketika menginginkan sesuatu gitu," lanjutnya. 

Dara Sarasvati juga melihat hubungan Sukma dan Mukidi sebagai kisah yang menyimpan makna lebih dalam daripada sekadar romansa manusia dan hantu. Menurutnya, karakter Sukma merepresentasikan perempuan yang memberikan cinta dengan tulus, tetapi pengorbanannya tidak selalu mendapatkan balasan yang setimpal.

"Karakter Sukma di sini itu mewakili perempuan-perempuan tentang bagaimana kita tuh perempuan sering kali mengorbankan tentang waktu, tentang cinta yang kita tawarkan secara tulus. Terus kemudian ada beberapa adegan-adegan komedi, tapi maknanya lebih dalam daripada sekadar komedi itu," ungkap Dara.

Melalui karakter Sukma, penonton diajak memahami bahwa ketulusan dalam hubungan tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan jati dirinya. Pesan tersebut menjadi salah satu sisi emosional yang melengkapi konflik cinta beda alam dalam film ini.

Dara berharap Piye To Kih? dapat memberikan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendorong penonton untuk lebih menghargai diri sendiri. Dia menilai seseorang tidak perlu mengubah seluruh kepribadiannya hanya demi diterima oleh lingkungan.

"Harapannya dengan kita nonton ini, audiens itu bukan hanya sekadar terhibur, tetapi juga terinspirasi. Karena film ini sifatnya juga entertain, edukatif, dan punya makna yang mendalam. You don't have to be somebody different just to fit in," tuturnya antusias.

Selain Dara Sarasvati sebagai Sukma dan Heri Chandra sebagai Mukidi, film ini turut dibintangi Sutrisno Agung sebagai Gendut dan Eko Dunung sebagai Penyok. Sejumlah pemain lain yang terlibat antara lain Gabriella Desta, TJ Ruth, Devina Aureel, Lorenzo Gibbs, Ivone Dahler, Marwoto, Ibnu Gundul, Yono Bakrie, Wiyono, Rizka Oktavia, Faisal Wash, Fajar Mukti, dan Sky Sitorus.

Film Piye To Kih? bakal tayang di bioskop pada 19 November 2026.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA