Di balik layar, proyek film animasi ini dinakhodai oleh sutradara Ronny Gani, seorang animator kelas dunia kebanggaan Indonesia. Nama Ronny sendiri sudah tidak asing di industri sinema global berkat keterlibatannya dalam deretan film blockbuster Hollywood, mulai dari Avengers, Pacific Rim, Aquaman, hingga waralaba Transformers.
Menariknya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Ronny menegaskan bahwa proses produksi Garuda di Dadaku sepenuhnya dikerjakan oleh para animator lokal tanpa bantuan AI.
Menurut Ronny, film yang digarap selama tiga tahun tersebut merupakan hasil kreativitas dan keterampilan para talenta animasi Indonesia yang terlibat sejak awal proses produksi.
"Nggak ada. Nggak pakai AI sama sekali di produksi animasi Garuda di Dadaku," tutur Ronny Gani saat ditemui di Epicentrum XXI, Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026.
Baca Juga :
Sering Garap Film Hollywood, Sutradara Garuda di Dadaku Ungkap Tantangan Kerja Bareng Sineas Lokal
"Karena kita masih percaya dengan kemampuan dan humancraft dari talenta-talenta lokal kita ya," tegasnya.
Ronny juga meyakini bahwa karya yang lahir dari sentuhan manusia akan memiliki kedekatan emosional yang lebih kuat dengan penonton.
"Kita percaya juga bahwa kalau yang meng-create itu human, akan lebih bisa kena penerimaannya oleh audience kita juga gitu," tutur Ronny..
Senada dengan Ronny, produser film Shanty Harmayn menegaskan bahwa salah satu tujuan utama produksi Garuda di Dadaku adalah untuk membangun ekosistem industri animasi nasional yang berkelanjutan.
"Mungkin dari segi producing, ini kan niatnya juga untuk membangun industri animasi. Jadi, kenapa harus menggunakan AI?," ujar Shanty.
Menurutnya, penggunaan AI bukanlah pilihan yang sejalan dengan visi pengembangan talenta animator Indonesia.
"Kita selalu bicara, talenta animasi Indonesia banyak. Jadi niatnya adalah untuk membangun supaya industri animasi Indonesia membuat karya film layar lebar animasi secara konsisten gitu. So, that's the reason why," ungkapnya.
Demi menghidupkan karakter-karakter dinamis di dalam film, Garuda Di Dadaku menggandeng jajaran aktor, aktris, hingga konten kreator berbakat lintas generasi sebagai pengisi suara (voice actor).
​Sebut saja aktor cilik Keanu Azka, konten kreator sekaligus sineas Kristo Immanuel, aktris sekaligus penanyi anak Quinn Salman, hingga nama-nama besar seperti Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, dan Emir Mahira yang dipastikan bakal memberikan performa vokal terbaik mereka.
Kombinasi antara visual ciamik karya animator lokal, komitmen tanpa AI, serta jajaran pengisi suara yang berkarakter kuat membuat film ini menjadi salah satu tontonan wajib keluarga yang paling dinantikan di pertengahan tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News