Poster Film animasi Garuda di Dadaku (Foto: BASE Entertainment)
Poster Film animasi Garuda di Dadaku (Foto: BASE Entertainment)

Gandeng Atta Halilintar, Film Animasi Garuda di Dadaku Resmi Rilis Trailer dan Poster

Rafi Alvirtyantoro • 07 April 2026 19:29
Ringkasnya gini..
  • Film animasi Garuda di Dadaku resmi merilis poster dan trailer menjelang penayangan serentak di bioskop pada 11 Juni 2026.
  • Kolaborasi BASE Entertainment dan KAWI Animation ini menonjolkan pesan emosional tentang keberanian melangkah dan meraih mimpi bersama.
  • Keterlibatan Atta Halilintar sebagai Executive Producer diharapkan memperkuat daya tarik film bagi keluarga muda dan pencinta sepak bola.
Jakarta: Film animasi Garuda di Dadaku secara resmi merilis poster dan cuplikan menjelang penayangannya di bioskop pada 11 Juni 2026. Proyek ini merupakan film kolaborasi antara BASE Entertainment dan KAWI Animation.
 
Sutradara Ronny Gani mengatakan bahwa film Garuda di Dadaku ingin menunjukkan bahwa mimpi besar selalu lahir dari keberanian untuk melangkah bersama. Hal ini sejalan dengan pesan utama dalam film tersebut bahwa tidak ada mimpi yang berdiri sendiri.
 
“Di film ini kami ingin menunjukkan bahwa mimpi besar selalu lahir dari keberanian untuk melangkah bersama. Putra boleh menjadi pusat cerita, tapi keberaniannya tumbuh karena ada Gaga, Naya, keluarga, dan tim yang percaya pada potensinya,” kata Ronny Gani di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Semangat Kolaborasi di Balik Layar

Menurut Ronny, pesan tersebut sangat relevan dengan proses produksi Garuda di Dadaku dalam format animasi. Para animator dan kru film ini telah bekerja keras selama lebih dari tiga tahun untuk menggarap proyek tersebut.

“Buat saya, itu juga sangat mencerminkan proses kami membuat Garuda Di Dadaku versi animasi selama lebih dari tiga tahun—sama seperti mimpi Putra, film ini tidak mungkin terwujud sendirian, melainkan lahir dari kerja kolektif para animator dan seluruh kru yang berjalan bersama sampai mimpi ini benar-benar hidup di layar,” ucap Ronny Gani.
 
Meskipun merupakan adaptasi animasi dari karya ikonik Salman Aristo dan Shanty Harmayn, versi terbaru ini memberikan sentuhan emosional yang lebih kuat pada relasi antar-karakter dan nilai sportivitas.  

Esensi Mimpi dan Persahabatan

Shanty Harmayn, yang kembali duduk di kursi produser, mengungkapkan esensi di balik film Garuda di Dadaku. Salah satunya adalah tentang pentingnya meraih mimpi secara bersama-sama.
 
“Garuda Di Dadaku adalah kisah tentang bagaimana mimpi anak-anak bisa tumbuh lebih kuat ketika ada keluarga, sahabat, dan tim yang berjalan bersama mereka. Ini bukan hanya mimpi Putra, tapi mimpi banyak anak Indonesia yang ingin berani melangkah dan mengejar mimpinya,” ungkapnya.
 
Keterlibatan Atta Halilintar sebagai produser eksekutif juga diharapkan memberikan daya tarik tersendiri bagi keluarga muda di Indonesia, mengingat kedekatannya dengan industri sepak bola nasional.

Sinopsis Garuda di Dadaku

Film Garuda di Dadaku bukan sekadar tentang sepak bola, melainkan sebuah narasi mendalam mengenai persahabatan, keberanian untuk bangkit, dan pentingnya sistem pendukung (support system) dalam meraih cita-cita.
 
Ceritanya berfokus pada Putra (Keanu Azka), remaja berusia 13 tahun yang berambisi menjadi penggawa tim nasional Indonesia. Di tengah keraguan yang melanda, ia bertemu dengan Gaga (Kristo Immanuel), sesosok Garuda kecil dengan kekuatan magis yang membantunya memulihkan kepercayaan diri.
 
Namun, perjuangan Putra tidak dilakukan seorang diri. Keberaniannya terpupuk berkat kehadiran orang-orang terdekat seperti Naya (Quinn Salman) dan rekan-rekan setimnya.
 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA