Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bersama Wakil Wali Kota Busan, Kim Kyung-duk (Foto: Pemprov DKi Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bersama Wakil Wali Kota Busan, Kim Kyung-duk (Foto: Pemprov DKi Jakarta)

Rano Karno Temui Wagub Busan, Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema Global

Rafi Alvirtyantoro • 09 Oktober 2026 12:27
Ringkasnya gini..
  • Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Busan menjajaki kemitraan strategis di sektor industri kreatif serta perfilman global.
  • Pembentukan Jakarta Film Commission dan program Filming in Jakarta dihadirkan untuk mempermudah izin serta insentif produksi.
  • Kolaborasi kedua kota melingkupi pertukaran sineas, promosi festival film, hingga pengembangan sektor gim dan musik.
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mempererat hubungan diplomasi antarkota melalui pertemuan bersama Wakil Wali Kota Busan, Kim Kyung-duk, di Busan, Korea Selatan, pada Rabu, 6 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan kerja sama kedua kota, khususnya pada sektor ekonomi kreatif, industri perfilman, pendidikan, pertukaran talenta, hingga penguatan jejaring industri budaya.
 

Strategi Menuju Kota Sinema


Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno menegaskan bahwa Jakarta sangat siap dan berkomitmen membangun ekosistem perfilman yang mampu bersaing di tingkat global.

Salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta adalah menjadikan Jakarta sebagai kota sinema, pusat produksi film, serta wadah pengembangan talenta kreatif di Asia Tenggara.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah strategi konkret. Langkah ini diawali dengan peluncuran Jakarta Film Commission (JFC) pada 26 Juni 2026 yang berfungsi sebagai pusat layanan terpadu pendukung produksi film serta konten audiovisual.  

Kemudahan Fasilitas dan Insentif Produksi


Melalui inisiatif Filming in Jakarta, Pemprov DKI membantu memfasilitasi izin lokasi syuting, koordinasi antarinstansi, hingga perluasan jejaring industri. Di samping itu, Pemprov DKI turut menyediakan insentif berupa pemotongan pajak pertunjukan film nasional serta keringanan biaya penggunaan aset daerah untuk lokasi syuting.

Pada pertemuan itu, Rano Karno secara spesifik mengusulkan sinergi antara Jakarta Film Commission dan Busan Film Commission. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi para rumah produksi asal Busan untuk menggarap proyek film mereka di Jakarta.

"Kami ingin menjajaki kerja sama antara Jakarta Film Commission dan Busan Film Commission, termasuk memberikan fasilitas dan peluang bagi rumah produksi Busan untuk melakukan produksi film di Jakarta," ujar Rano Karno dalam keterangan resminya.
   

Ekspansi Kolaborasi Sektor Kreatif


Selain itu, Jakarta juga mendorong kolaborasi antara ajang Jakarta Film Week dan Busan International Film Festival lewat promosi bersama, pertukaran sineas muda, pemutaran karya film antarkedua kota, serta penguatan ekosistem perfilman Asia. Menurut Rano, potensi kemitraan kedua kota tidak hanya terbatas pada dunia film.

"Kami juga ingin menjajaki kerja sama di bidang gim, e-sport, musik, dan seni pertunjukan," tutur Rano Karno.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA