Melansir laporan terbaru dari IMDb, Rabu, 20 Mei 2026, proyek ambisius ini dikabarkan bakal digarap di bawah naungan 20th Century Studios. Tidak tanggung-tanggung, kursi sutradara sekaligus penulis naskah akan diserahkan kepada Christopher McQuarrie, sineas peraih piala Oscar yang dikenal sukses menakhodai empat seri waralaba Mission: Impossible.
Bagi Arnold, pengumuman ini merupakan buah manis dari kegigihannya yang terus menyuarakan proyek tersebut selama satu dekade terakhir demi bisa kembali mengenakan kostum sang prajurit legendaris.
"Tahun depan, kami akan mulai menggarap King Conan. Jadi, proyek ini sekarang sudah menjadi kenyataan, dan aku sangat bersemangat menyambutnya," ungkap Arnold penuh antusias.
Baca Juga :
Arnold Schwarzenegger Diserang Orang Tak Dikenal
Gandeng Sineas Terbaik demi Jaga Autentisitas Universe Asli
Aktor yang kini telah menginjak usia 78 tahun tersebut menegaskan bahwa sekuel ini tidak akan digarap secara asal-asalan. Ia secara blak-blakan menuntut agar film ini ditangani oleh tim kreatif terbaik yang benar-benar memahami akar cerita mitologi Conan."Selama 10 tahun terakhir, aku selalu bilang, 'Kita harus membuat King Conan. Kita harus mendapatkan naskah yang luar biasa, mencari seseorang yang benar-benar memahami (karya penulis asli) Robert E. Howard, memahami karya seni (ilustrator) Frank Frazetta, dan melanjutkan cerita ini.' Jadi, ini akan sangat fantastis," tuturnya.
Menunjukkan keseriusannya untuk tampil totalitas, Arnold bahkan memiliki ambisi besar untuk menarik kembali sutradara film orisinal Conan the Barbarian, John Milius, agar mau terlibat di balik layar sebagai produser eksekutif.
"Aku ingin John Milius, sutradara Conan 1, mungkin untuk terlibat sebagai produser," ungkap Arnold mantap.
Menariknya, penundaan selama puluhan tahun ini justru dinilai sebagai berkah tersendiri. Proyek ini sengaja "disimpan" hingga usia biologis Arnold benar-benar matang agar selaras dengan konsep matang yang ingin diangkat. Menurutnya, esensi dari karakter King Conan memang menuntut sang prajurit Cimmerian untuk terlihat menua secara alami.
Baca Juga :
Film Michael Jackson Raih Rp12,4 Triliun, Siap Geser Dominasi Bohemian Rhapsody dan Oppenheimer
"Film ini tidak akan berhasil jika dibuat tepat setelah film Conan pertama. Sebab, seluruh ide dari King Conan adalah dia telah menjadi raja selama 40 tahun. Dia sekarang sudah tua, tidak lagi memiliki bentuk fisik prima seperti di masa kejayaannya, dan kini orang-orang mencoba untuk menyingkirkannya. Dia adalah raja yang mulai sedikit terlena, lelah dengan pekerjaannya, dan ingin melangkah pergi," ujar Arnold.
Arnold juga membandingkan visi King Conan dengan mahakarya western klasik peraih Oscar garapan Clint Eastwood, Unforgiven (1992). Ia menjanjikan sebuah eksplorasi karakter yang jauh lebih mendalam, emosional, dan reflektif, namun tetap mempertahankan jati diri aslinya yang sarat akan aksi brutal dan kolosal.
"Film ini akan sangat mirip seperti itu (Unforgiven), tetapi akan dibumbui dengan pertempuran-pertempuran yang luar biasa dahsyat," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News