Jakarta: Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian kembali menggarap film panjang keduanya berjudul Casparina. Film ini terinspirasi dari perjalanan hidup neneknya, Francisca Casparina Fanggidaej, seorang jurnalis Indonesia yang harus menjalani kehidupan di pengasingan setelah situasi politik 1965 membuatnya tidak bisa kembali ke Tanah Air.
Proyek tersebut menjadi karya terbaru Reza setelah debut sebagai sutradara melalui film Pangku pada 2024. Kali ini, Reza mengangkat kisah keluarga yang berkaitan erat dengan sejarah Indonesia, khususnya pengalaman orang-orang yang hidup dalam pengasingan politik setelah peristiwa 1965.
Film Casparina akan dikembangkan bersama penulis skenario Kamila Andini. Proyek ini juga dijadwalkan mengikuti Asian Project Market 2026, bagian dari rangkaian Busan International Film Festival di Korea Selatan.
Kisah Nenek Reza Rahadian Terpisah dari Keluarga
Francisca Casparina Fanggidaej merupakan seorang jurnalis yang berada di Chile pada 1965 untuk menghadiri Kongres International Organization of Journalists (IOJ) sebagai bagian dari delegasi Indonesia.
Situasi politik di Indonesia setelah peristiwa 1965 membuat Casparina tidak dapat kembali ke Tanah Air. Ia kemudian menjalani kehidupan sebagai eksil politik dan berpindah dari satu negara ke negara lain, termasuk Tiongkok, sebelum akhirnya menetap di Belanda.
Selama puluhan tahun berada di luar negeri, Casparina terpisah dari keluarganya. Ia tetap aktif menyuarakan persoalan hak asasi manusia di tengah kehidupan yang jauh dari Tanah Air.
Setelah hampir empat dekade berada dalam pengasingan, Casparina akhirnya dapat kembali ke Indonesia pada 2003 untuk bertemu keluarganya.
Perjalanan hidup tersebut menjadi dasar cerita Casparina, yang tidak hanya mengangkat pengalaman pengasingan politik, tetapi juga dampaknya terhadap hubungan seorang ibu dengan anak-anaknya.
Reza Rahadian Kembali Menjadi Sutradara
Melalui Casparina, Reza kembali mengambil peran sebagai sutradara setelah menggarap film Pangku. Dalam proyek terbarunya, ia berkolaborasi dengan Kamila Andini untuk mengembangkan skenario.
Film ini diproduksi oleh Gambar Gerak, rumah produksi yang didirikan Reza bersama Arya Ibrahim. Arya Ibrahim dan Gita Fara bertindak sebagai produser.
Keikutsertaan Casparina dalam Asian Project Market menjadi langkah awal untuk memperkenalkan proyek tersebut kepada calon mitra produksi internasional. Forum ini mempertemukan para pembuat film dengan pihak yang berpotensi mendukung pengembangan dan pendanaan proyek.
Hingga kini, jajaran pemain yang akan membintangi Casparina belum diumumkan secara resmi. Jadwal produksi dan tanggal penayangan film tersebut di bioskop juga masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak produksi.
Mengangkat Sejarah melalui Kisah Keluarga
Pengalaman Casparina memperlihatkan bagaimana perubahan politik dapat berdampak panjang terhadap kehidupan pribadi dan hubungan keluarga. Kisahnya menjadi bagian dari sejarah pengasingan politik Indonesia yang turut memisahkan sejumlah keluarga selama bertahun-tahun.
Dengan mengangkat perjalanan hidup neneknya ke layar lebar, Reza membawa kisah personal ke dalam sebuah proyek film yang memiliki latar sejarah. Penonton nantinya dapat menantikan bagaimana pengalaman Casparina diterjemahkan ke dalam cerita sinematik.
Meski masih dalam tahap pengembangan, Casparina menjadi proyek yang menarik untuk diikuti, terutama karena menggabungkan kisah keluarga, pengalaman pengasingan, dan sejarah Indonesia dalam satu cerita.
(Annisa Julinah)