Film Sumpah Darah (Foto: instagram)
Film Sumpah Darah (Foto: instagram)

Asmara Abigail Alami Teror Usai Berhenti Jadi LC di Film Sumpah Darah

Elang Riki Yanuar • 12 Oktober 2026 08:00
Ringkasnya gini..
  • Asmara Abigail diteror setelah meninggalkan pekerjaan sebagai LC karaoke dan memulai hidup baru bersama pria misterius dalam film Sumpah Darah.
  • Sumpah Darah mengangkat kisah Mara yang terjebak teror di vila terpencil setelah menerima tawaran menikah dari Thomas, pria misterius.
  • Sutradara Cornelio Sunny menghadirkan horor Sumpah Darah lewat ketakutan terhadap rumah dan keluarga, tempat yang seharusnya memberi rasa aman.
Jakarta: Asmara Abigail mengalami teror mengerikan setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai ladies companion (LC) karaoke dalam film horor-thriller berjudul Sumpah Darah. Keputusan Asmara untuk memulai kehidupan baru bersama seorang pria misterius yang diperankan Dwi Sasono justru membawanya ke dalam situasi yang mengancam nyawa.

Kisah tersebut diperkenalkan melalui trailer dan poster resmi Sumpah Darah yang dirilis rumah produksi Bushi Bros Films dan Endorphins Entertainment. Trailer Sumpah Darah dibuka dengan adegan Mara memasuki sebuah goa. 

Adegan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai alasan Mara berada di tempat itu dan apa yang sebenarnya sedang dia hadapi. Cerita kemudian beralih ke kehidupan Mara sebelum teror menghampirinya, ketika dia masih bekerja sebagai LC di tengah gemerlap dunia malam.

Kehidupan Mara berubah setelah bertemu Thomas, karakter yang diperankan Dwi Sasono. Pria misterius itu menawarkan pernikahan dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Tawaran tersebut menjadi kesempatan bagi Mara untuk meninggalkan masa lalunya dan memulai lembaran baru.

Namun, keputusan Mara menerima tawaran Thomas tidak lepas dari peristiwa kelam yang dialaminya. Dia secara tidak sengaja membunuh seorang klien ketika berusaha menyelamatkan sahabatnya, Dini, yang diperankan Sara Zany, dari percobaan pemerkosaan.
Peristiwa tersebut membuat Mara ingin menjauh dari kehidupan lamanya. Dia akhirnya meninggalkan kota bersama Thomas dengan harapan bisa menjalani kehidupan yang lebih tenang. Sayangnya, keputusan itu justru membawanya ke tempat yang menyimpan ancaman jauh lebih mengerikan.

Mara kemudian tinggal di sebuah vila terpencil bersama Thomas dan ibunya, yang diperankan Ully Triani. Pada awalnya, tempat tersebut menjadi bagian dari kehidupan baru yang dijanjikan Thomas. Namun, berbagai kejanggalan perlahan muncul dan membuat Mara mempertanyakan situasi yang sedang dihadapinya.

Sosok ibu Thomas menjadi salah satu sumber ketakutan terbesar bagi Mara. Penampilannya yang menyeramkan menghadirkan misteri tentang identitas dan tujuan sebenarnya. Kehadirannya bahkan terasa mengancam di tengah suasana siang hari yang semestinya memberikan rasa aman.

Sutradara sekaligus penulis naskah Sumpah Darah, Cornelio Sunny, bersama Ike Klose, membangun cerita dengan menempatkan rasa takut di tengah sesuatu yang dekat dengan kehidupan manusia. Pendekatan tersebut juga membuat penonton mempertanyakan keamanan tempat tinggal Mara dan sejauh mana dia bisa mempercayai Thomas.

“Bagi saya, salah satu hal yang menarik dari horor adalah ketika sesuatu yang kita kenal justru berubah menjadi sumber ketakutan. Kita terbiasa mengasosiasikan rasa aman dengan rumah, keluarga, atau sosok yang seharusnya melindungi kita. Namun, bagaimana jika justru dari sanalah teror itu datang? Dalam Sumpah Darah, saya ingin membangun rasa tidak nyaman itu secara perlahan, tanpa terburu-buru menjelaskan semuanya. Saya ingin penonton ikut bertanya-tanya tentang siapa sosok ini, apa yang sebenarnya terjadi, dan sejauh mana Mara bisa mempercayai kehidupan barunya,” ujar Cornelio.
Seiring munculnya berbagai kejanggalan, keputusan Mara untuk meninggalkan kehidupan lamanya perlahan berubah menjadi awal dari mimpi buruk. Vila terpencil yang menjadi tempat tinggal barunya menyimpan rahasia mengerikan yang dapat mengancam keselamatan sekaligus kemanusiaannya.

Selain Asmara Abigail sebagai Mara, Dwi Sasono sebagai Thomas, Ully Triani, dan Sara Zany, film ini juga menghadirkan Ruth Marini. Deretan pemain tersebut menghidupkan kisah tentang upaya seorang perempuan melarikan diri dari masa lalu yang justru berhadapan dengan ancaman baru.

Sumpah Darah dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 26 November 2026. 








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA