Jakarta: Baskara Mahendra mengungkap alasan emosional di balik keputusannya membintangi film horor komedi Ghosthing. Di balik tingkah kocak para karakter dan teror dunia gaib, film ini menyimpan kisah tentang kerinduan seorang anak terhadap ibunya yang telah meninggal dunia.
Dalam film tersebut, Baskara memerankan Alfian, seorang perias jenazah yang memiliki kemampuan melihat arwah. Pekerjaan yang bersinggungan langsung dengan kematian itu bukan sekadar elemen horor, tetapi juga berkaitan erat dengan pergulatan batin yang dialami karakternya.
Baskara mengaku tertarik menerima tawaran tersebut setelah mengetahui kisah di balik kehidupan Alfian. Menurut dia, perjalanan karakter ini memiliki kedalaman emosional yang membuat Ghosthing lebih dari sekadar tontonan yang mengandalkan teror dan komedi.
"Itu alasan saya menerima film ini sih. Begitu tahu cerita apa yang sebenarnya Alfian sedang alami dan kenapa Alfian nongkrongnya sama orang-orang yang berisik ini," ungkap Baskara di Jakarta.
Kedalaman cerita Alfian menjadi salah satu hal yang membuat Baskara tertarik terlibat dalam proyek tersebut. Dia menilai, sisi emosional karakter itu baru akan terasa ketika cerita mendekati bagian akhir.
"Karena emang dalem sekali juga gitu apa yang dialami sama Alfian dan rasa itu baru muncul kan di akhir ya, menuju ke akhir baru penonton akan melihat bahwa nggak cuman cerita komedi, gak cuman cerita berisiknya Maya gitu ya," paparnya.
Menurut Baskara, kerinduan Alfian terhadap sang ibu menjadi salah satu kunci untuk memahami pilihan hidupnya. Rasa kehilangan yang begitu besar membuat Alfian memiliki alasan tersendiri untuk terus berdekatan dengan dunia arwah, meski pekerjaannya juga mempertemukannya dengan berbagai pengalaman menyeramkan.
"Tapi memang rasa kangen itu mungkin yang lebih besar dibanding rasa takut menjadi pekerjaan itu," lanjut aktor berusia 31 tahun tersebut.
Kerinduan itu pula yang membuat pekerjaan Alfian sebagai perias jenazah memiliki makna lebih dalam. Di balik profesinya yang berkaitan dengan kematian, tersimpan keinginan untuk merasa lebih dekat dengan sosok ibu yang dirindukannya.
"Dan mungkin itu juga alasan memilih pekerjaan itu kan juga ingin lebih dekat dan bisa apa ya... ini kali ya, bisa lebih dekat sama ibunya gitu. Itu yang mungkin salah satu alasan aku menerima project ini dan jadinya malah haru banget sebenarnya," beber Baskara.
Sementara itu, untuk membangun kedekatan dengan Yasamin Jasem yang menjadi lawan mainnya, Baskara memilih pendekatan santai. Keduanya memang baru pertama kali bertemu dalam proyek Ghosthing, tetapi memiliki lingkaran pertemanan yang hampir sama sehingga proses pendekatan terasa lebih mudah.
"Kayaknya kalau sama Yayas, kemarin ini pertama kali kita ketemu di project ini, tapi teman-teman kita tuh masih hampir sama. Terus jadi kita malah akhirnya malah nongkrong sama teman-teman, gak melulu harus berdua," tuturnya.
Film ini berkisah tentang Alfian sebagai perias jenazah muda yang tenang dan cenderung menghadapi berbagai situasi dengan kepala dingin. Namun, ketenangan Alfian mulai terganggu setelah dia bertugas merias jenazah Maya, seorang influencer muda yang meninggal secara misterius.
Bukannya pergi dengan tenang, arwah Maya justru terus mengikuti kehidupan Alfian. Situasi tersebut membuat Alfian terpaksa ikut mencari tahu penyebab kematian Maya. Dari pekerjaan merias jenazah, dia kemudian terseret ke dalam misteri yang semakin rumit dan mempertemukannya dengan berbagai kejadian di luar dugaan.
Selain Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem, Ghosthing turut menghadirkan sejumlah pemain lintas generasi. Mereka di antaranya Leony VH, Bang Tigor, Reinold Lawalata, Chika Waode, Siti Fauziah, Iyang Darmawan, Tanta Ginting, Mathias Muchus, hingga Mona Ratuliu.
Film Ghosthing bakal tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan