Jakarta: Pengalaman membintangi film religi rupanya memberikan kesan lebih dari sekadar pengalaman akting bagi Indah Permatasari. Lewat film Ibadah & Cinta, Indah justru mendapat pengalaman spiritual yang membuatnya kembali memikirkan kedekatannya dengan agama.
Salah satu hal yang paling membekas bagi Indah adalah suasana lokasi syuting yang berada di lingkungan pesantren. Menurut dia, berada di tempat tersebut menghadirkan ketenangan sekaligus membuatnya membayangkan bagaimana rasanya jika sejak dulu memiliki lebih banyak waktu untuk mendalami ilmu agama.
"Pengalaman menyenangkan kalau film religi itu tempat-tempatnya. Karena di sini aku ada beberapa syuting di pesantren. Kadang-kadang aku ngerasa, 'Ih enak kali ya kalau di pesantren, enak kali ya kalau sebelumnya punya waktu untuk belajar lebih dalam lagi tentang agama,'" tutur Indah di Jakarta.
Pengalaman tersebut tidak berhenti pada suasana pesantren. Selama menjalani proses produksi Ibadah & Cinta, Indah juga harus tampil mengenakan kerudung sebagai bagian dari karakter yang diperankannya.
Kebiasaan tersebut ternyata membuat Indah merasakan sesuatu yang berbeda. Dia mengaku penggunaan kerudung selama syuting perlahan memunculkan keinginan untuk suatu hari nanti mengenakan hijab dalam kehidupan sehari-hari.
"Rasa-rasanya tuh kayak kalau syuting pakai kerudung tuh pengin deh suatu saat nanti berhijab. Doain aja ya teman-teman, semoga ada waktunya," ujar Indah.
Dalam Ibadah & Cinta, Indah memainkan karakter Santun, seorang ustadzah muda yang tumbuh di lingkungan pesantren. Karakter tersebut memiliki latar kehidupan yang dekat dengan nilai-nilai agama dan menjadi bagian penting dalam perjalanan tokoh utama.
Lawan main Indah, Achmad Megantara, juga merasakan pengalaman serupa ketika mendalami karakter Rico. Dia memerankan pemuda asal Melbourne yang menjalani kehidupan tanpa arah hingga kemudian berusaha menemukan kembali jati dirinya.
Bagi Megantara, perjalanan Rico memberikan pelajaran tentang manusia yang tidak lepas dari kesalahan serta kesempatan untuk memperbaiki diri. Dia melihat perjalanan karakter tersebut sebagai pengingat mengenai pentingnya taubat dan ketulusan seseorang untuk berubah.
"Menurut gue pribadi, kesimpulannya adalah kita manusia memang makhluk yang penuh kesalahan dan dosa. Tapi yang selalu kita lupa, taubatan atau permintaan maaf dari seorang hamba kepada Tuhan itu pintunya akan selalu terbuka," ungkap Megantara.
Megantara juga menilai perjalanan Rico membuat dirinya kembali memahami pentingnya hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. Menurut dia, ketulusan seseorang untuk menjadi lebih baik menjadi bagian penting dari proses tersebut.
"Tuhan itu tidak akan pernah melihat kecacatan atau kejelekan seorang hamba-Nya, tapi yang dilihat adalah sebuah ketulusan. Ketulusan ketika dia ingin bertaubat dan ingin menjadi seorang yang lebih baik lagi. Jadi pelajarannya sangat besar sekali dari Riko, untuk kita berkontemplasi tentang habluminallah dan juga habluminannas," lanjutnya.
Ibadah & Cinta diproduksi oleh Multi Buana Kreasindo (MBK) dan Sinemata Productions. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 24 September mendatang.
Selain Indah Permatasari dan Achmad Megantara, film Ibadah & Cinta turut dibintangi Mathias Muchus, Elma Theana, Adhin Abdul Hakim, Berlliana Lovell, Sita Permata Sari, Didi Hasyim, Erwin Rakiman, Irene Librawati, Jamie Aditya, dan Stevan Rizky.
Film ini juga diperkuat tiga lagu soundtrack yang melengkapi perjalanan ceritanya. Lagu "Ibadah & Cinta" dibawakan Berlliana Lovell dan Tresna Ningrum, "Pulangmu Abadi" dinyanyikan Nadzira Shafa, sedangkan "Pergi Tanpamu" dibawakan Rianyrian.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan