Gaya hidup serba praktis tersebut menjadi salah satu hal yang dibahas dalam Gathering “blu Movie Experience” sekaligus Peluncuran Strategic Partnership Cinema XXI x blu by BCA Digital yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026.
blu by BCA Digital menggandeng Cinema XXI melalui integrasi layanan pembayaran di aplikasi m.tix. Kolaborasi ini tak hanya menghadirkan pilihan pembayaran baru bagi pengguna, tetapi juga menjadi langkah blu untuk semakin dekat dengan aktivitas lifestyle sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda.
blu Ingin Hadir di Keseharian Nasabah
Kolaborasi blu by BCA Digital dan Cinema XXI berangkat dari perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital. Bagi generasi yang terbiasa melakukan berbagai aktivitas melalui smartphone, layanan finansial juga dituntut mampu mengikuti kebutuhan tersebut.Head of Retail and Digital Business BCA Digital, Edwin Tirta, mengatakan blu terus berupaya menghadirkan layanan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari nasabah.
“Tentunya memang kami sebagai perbankan digital, tentunya tidak henti-henti untuk terus melakukan kolaborasi dan inovasi di mana kami harus mencoba untuk selalu ada di keseharian para nasabah kami,” ujar Edwin dalam acara tersebut,” kata Edwin dalam acara peluncuran kolaborasi Cinema XXI dan blu by BCA Digital, Rabu, 19 Agustus 2026.
Edwin juga menyebut sekitar 90 persen nasabah blu berusia di bawah 40 tahun. Kondisi tersebut membuat sektor hiburan seperti bioskop menjadi salah satu ruang yang dinilai relevan untuk mendekatkan layanan blu dengan target penggunanya.
| Baca juga: Cinema XXI Gandeng blu by BCA Digital, Pesan Tiket hingga Popcorn Kini Tak Perlu Pindah Aplikasi |
Bioskop Dinilai Tak Terpisahkan dari Lifestyle
Bagi blu, bioskop bukan sekadar tempat untuk menonton film, tetapi sudah menjadi bagian dari aktivitas lifestyle masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan blu ketika memilih Cinema XXI sebagai partner dalam memperluas ekosistem layanan digitalnya.“Jadi sinema tidak bisa dipisahkan dari lifestyle masyarakat kita,” ujar Edwin.
Menurutnya, layanan finansial saat ini tidak cukup hanya menawarkan produk untuk menyimpan atau mengelola uang, tetapi juga perlu terhubung dengan aktivitas yang memang dilakukan masyarakat dalam kesehariannya.
Melalui integrasi dengan m.tix, pengguna bisa menjalani proses digital mulai dari mencari film, memilih jadwal dan kursi, hingga menyelesaikan pembayaran menggunakan blu.
Gen Z dan Milenial Jadi Pasar Potensial
Kehadiran Cinema XXI dalam ekosistem blu juga mempertemukan dua kebutuhan yang cukup dekat dengan generasi muda. Di satu sisi, Cinema XXI memiliki layanan hiburan dan platform m.tix, sedangkan blu menghadirkan layanan pembayaran digital yang dapat digunakan dalam proses transaksi tersebut.Gen Z dan milenial pun menjadi kelompok yang dinilai memiliki potensi besar bagi kedua pihak. Kebiasaan menggunakan smartphone untuk berbagai kebutuhan membuat integrasi layanan seperti ini semakin relevan, terutama ketika proses memilih tontonan hingga membayar tiket dapat dilakukan secara digital.
blu Masih Buka Peluang Kolaborasi Baru
Kerja sama dengan Cinema XXI disebut bukan menjadi langkah terakhir blu dalam mencari partner dari berbagai sektor. Sebelumnya, blu juga telah melakukan kolaborasi dengan sektor HealthTech pada Juni 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas relevansi layanan digitalnya di berbagai aktivitas masyarakat.Ke depan, blu masih membuka peluang untuk menjalin kerja sama dengan sektor lain yang dianggap dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama generasi muda.
“Kita tidak akan berhenti, kita terus akan mencari relevansi masyarakat Indonesia,” ujar Edwin. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda