"Hampir 26 tahun PFN vakum lantaran berbagai macam hal. Dan pada akhirnya (mantan Direktur Utama PFN) Pak Mohamad Abduh Aziz berusaha membangkitkan kembali PFN," kata Direktur Utama PFN, Judith Dipodiputro, dalam acara Ngobrol Pagi Seputar BUMN, di Gedung BUMN, Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019.
Sebelumnya PFN telah mencoba bangkit dari keerpurukan dengan meluncurkan film Kuambil Lagi Hatiku yang ditayangkan pada Maret 2019. Sayangnya film tersebut tidak berhasil masuk Box Office lantaran jumlah penjualan tiket hanya 25 ribu.
"Memang secara komersial itu film menguntungkan karena ada support dari BUMN. Tapi secara bisnis kurang, dijumlah penonton kurang," ujarnya.
Untuk itu, Judith mengatakan, pihaknya akan berusaha bangkit dengan meraup untung dari hasil produksi 20 film yang akan digarap tersebut. Apalagi PFN kini menggandeng perusahaan BUMN serta pihak swasta dalam memproduksi film-film terkait.
"Dengan semangat baru, insyaallah dalam 3 tahun perusahaan jadi biru tidak lagi merah. Dengan jadi perusahaan yang sehat maka baru kita bisa buat film yang hebat dan bermutu," tambahnya.
Adapun film yang diangkat berasal dari lintas genre dengan target penonton semua umur. Beberapa bocoran film yang bakal segera diproduksi diantaranya Si Unyil, Lima Menerjang Badai, Sabai Nan Aluih dan lainnya.
"Sehingga kewajiban PFN yang mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 5 Tahun 1998 tersebut, dapat tercapai," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News