Arie Kriting mengatakan bahwa Irma Rihi telah dua kali diabaikan oleh ajang penghargaan tersebut. Apalagi sang aktris tidak mungkin berbicara mengenai hal tersebut secara langsung.
“Kenapa akhirnya saya ikut bersuara, karena Irma Rihi itu sudah dua kali dipinggirkan sama FFI,” tulis Arie Kriting di akun Threads pribadinya, pada Rabu, 14 Oktober 2026.
“Jadi ya tidak apa-apa kita wakilkan saja sebagai sesama seniman dengan latar belakang Indonesia Timur,” tambahnya.
Ironi Kemenangan Women from Rote Island
Arie Kriting kembali menyoroti kemenangan Women from Rote Island di FFI 2023. Saat itu, film tersebut berhasil masuk ke dalam nominasi dan membawa pulang Piala Citra untuk beberapa kategori, seperti Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Sinematografi Terbaik.
Namun sayangnya, Irma Rihi yang menjadi pemeran utama dalam film Women from Rote Island justru tidak masuk ke dalam nominasi mana pun. Padahal, Arie Kriting menilai bahwa pencapaian empat aspek utama itu diraih berkat kontribusi sang aktris.
“Tapi kok bisa manusia yang menyampaikan kisah dan perasaannya tidak dilirik sama sekali?” tanya Arie Kriting.
Ia pun melihat adanya ironi nyata ketika Women from Rote Island merayakan kemenangannya di FFI 2023. Seolah-olah isunya dimanfaatkan, tetapi manusianya dikesampingkan.
“Absurd sekali melihat isu yang berangkat dari fakta bahwa suara perempuan timur tidak dianggap, lalu disaat yang sama juga meminggirkan suara dan kehadiran perempuan itu sendiri,” tulis Arie Kriting.
Ia sempat terpikir bahwa seorang aktris populer dari Ibu Kota justru akan mendapat banyak pujian dan penghargaan jika membintangi film tersebut.
“Meskipun sempat terpikir di benakku, mungkin ceritanya akan berbeda kalau pemeran utama di film Women From Rote Island itu aktris dari Ibukota. Sepertinya dia akan bermandi puja puji dan penghargaan sana-sini,” tulis Arie Kriting.
Kembali Diabaikan di Film Na Willa
Kekecewaan ini makin menjadi karena Irma Rihi kembali menunjukkan kualitas aktingnya yang konsisten di film Na Willa, tetapi kembali tidak mendapatkan apresiasi dari juri FFI.
“Menurutku begitu, tapi ternyata tidak menurut para juri FFI. Akhirnya Irma Rihi dikesampingkan lagi,” tulis Arie.
Di sisi lain, Luisa Adreena yang berperan sebagai Na Willa dalam film yang sama dengan Irma Rihi masuk ke dalam nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik di FFI 2026. Pencapaian ini justru menjadi perhatian khusus bagi Arie Kriting.
“Yang jadi Na Willa mainnya bagus sekali dan dapat apresiasi. Tapi kan bisa jadi itu termasuk ada andil dan support dari karakter Mak yang dibawakan Irma Rihi juga,” tulisnya.
Pertanyakan Standar Penilaian FFI
Arie pun mempertanyakan standar dan kriteria penilaian juri FFI yang membuat penampilan Irma Rihi dianggap kurang memadai dibandingkan pemeran lainnya.“Apa ya yang menjadi standar dan kriteria penilaian yang bikin dua kali kehadiran Irma Rihi di film Indonesia ini tidak dianggap cukup dibanding permainan pemeran lainnya,” tulisnya.
Baca Juga :