Tokoh tersebut terungkap sebagai Wayan Budhiyasa, seorang pemandu wisata di Pulau Dewata yang ditemui oleh Akira Toriyama, kreator manga legendaris tersebut, pada tahun 1985.
Wayan menemani Toriyama selama di Bali hingga mereka menjalin pertemanan. Saking berkesannya, arsitektur budaya Bali dijadikan inspirasi untuk beberapa bab dalam manga Dragon Ball. Misalnya, gerbang Budōkai yang terlihat seperti gapura terbelah ala Bali.
Bahkan, sang kreator juga menyelipkan karakter mirip Wayan di bab bertajuk "Let the Contest Begin!!" yang dirilis di tahun yang sama. Ia terlihat berada di luar gerbang saat Goku, Krillin, dan Master Roshi tiba di Turnamen Dunia.
Akira Toriyama menyisipkan nama “Budhiyasa” pada lengan kaos salah satu karakter. Nama “Wayan” juga muncul di koper salah satu panel.
Kondisi Wayan Budhiyasa di Tahun 2026
Lama tak terdengar kabarnya, anak Wayan Budhiyasa membeberkan kondisi sang ayah di tahun 2026. Lewat kolom komentar salah satu unggahan akun TikTok @smugstick, pengguna dengan nama @cinintya membagikan foto Wayan.“Ayahku bilang ‘hai’ ke TikTok,” tulis Cinintya sambil melampirkan foto sang ayah yang berusia sekitar 60 tahun.
Beberapa pengguna lain membanjiri komentar tersebut. Mereka turut berbahagia melihat pemandu wisata asal Bali itu dengan kondisi yang baik. Cinintya pun membalas kalau sang ayah sangat bersyukur masih mendapat dukungan dari para penggemar Dragon Ball.
“KEREN!!!!!! Bilang ke dia kalo dia sangat dicintai sama kita yang suka Dragon Ball!!!! Bener-bener legendaris,” tulis @Smugstick, sang pemilik unggahan.
@smugstick The mysterious cameo in the Dragon Ball world tournament? #goku #dragonball #dbz #dragonballz #anime ♬ original sound - SmugStick
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News