Demon Slayer: The Hinokami Chronicles 2. (Sumber: Sega)
Demon Slayer: The Hinokami Chronicles 2. (Sumber: Sega)

Tembus Rp517 Triliun, Industri Anime Jepang Catat Rekor Pendapatan Tertinggi dalam Sejarah

Basuki Rachmat • 02 November 2026 16:44
Ringkasnya gini..
  • Industri anime Jepang mencetak rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah bernilai Rp517,18 triliun pada 2026.
  • Pasar internasional menjadi penyumbang terbesar mencapai Rp290,3 triliun, melampaui pendapatan domestik Jepang.
  • Kesuksesan film seperti Demon Slayer: Infinity Castle turut mendongkrak pesatnya pertumbuhan industri ini.
Jakarta: Industri anime Jepang mencatatkan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah dengan nilai mencapai USD28,5 miliar atau sekitar Rp517,18 triliun. Angka tersebut meningkat 15,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menunjukkan semakin kuatnya daya tarik anime di pasar internasional.

Berdasarkan laporan Anime Industry Report 2026 yang dirilis Asosiasi Animasi Jepang (AJA), pasar internasional menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Konsumsi anime di luar Jepang menghasilkan pemasukan sekitar USD16 miliar atau setara Rp290,3 triliun.

Jumlah tersebut melampaui pendapatan pasar domestik Jepang yang tercatat sebesar USD12 miliar atau sekitar Rp217,4 triliun. Dominasi pasar internasional ini juga bukan fenomena baru. Kontribusinya terus meningkat secara signifikan sejak 2020.

Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan industri anime adalah kesuksesan serial dan film layar lebar, termasuk Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Movie: Infinity Castle produksi studio ufotable. Film tersebut berhasil meraup pendapatan global sebesar USD800 juta atau sekitar Rp14,5 triliun.

Di Jepang, film itu mengumpulkan pendapatan hingga 40 miliar yen atau sekitar Rp4,53 triliun. Pencapaian tersebut mengantarkannya menjadi film anime sekaligus film Jepang dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa.
 

Baca Juga :

Penantian Berakhir, Live Action Blue Lock Segera Tayang di Indonesia



Di tengah pertumbuhan pasar yang pesat, AJA turut menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem industri yang mendukung keberlanjutan para kreator animasi. Presiden AJA, Kazuko Ishikawa, menilai para kreator perlu mendapatkan ruang dan dukungan agar dapat berfokus mengembangkan cerita.

"Hal yang paling penting adalah membangun ekosistem yang baik bagi para kreator yang mengembangkan produksi serta seluruh pihak di sekitarnya, sehingga mereka dapat berfokus menciptakan cerita," ungkap Kazuko, dikutip dari The Hollywood Reporter, Senin, 2 November 2026.

Laporan tersebut juga memperlihatkan besarnya pengaruh anime dalam budaya populer global. Sejumlah serial, seperti Attack on Titan dan Death Note, bahkan masuk dalam jajaran serial televisi terbaik berdasarkan pemungutan suara pengguna IMDb.

Secara keseluruhan, nilai industri anime Jepang kini telah meningkat hampir tiga kali lipat sejak AJA mulai menghimpun data industri pada 2002. Capaian ini memperlihatkan bahwa anime tidak lagi sekadar menjadi bagian dari budaya populer Jepang, tetapi telah berkembang menjadi kekuatan industri hiburan global.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA