Film Fjord (Foto: imdb)
Film Fjord (Foto: imdb)

Fjord Pemenang Festival Film Cannes Jadi Pembuka Jakarta World Cinema 2026

Elang Riki Yanuar • 01 November 2026 10:00
Ringkasnya gini..
  • Film peraih Palme d’Or Cannes Film Festival 2026, Fjord, terpilih menjadi pembuka Jakarta World Cinema 2026 di CGV Grand Indonesia.
  • Tudor Vladimir Panduru hadir di Jakarta World Cinema 2026 untuk memperkenalkan Fjord, film karya Cristian Mungiu yang meraih Palme d’Or Cannes 2026.
  • Jakarta World Cinema 2026 menghadirkan film internasional dari berbagai negara secara langsung di bioskop hingga 7 November dan daring melalui KlikFilm hingga 21 November 2026.
Jakarta: Film Fjord terpilih menjadi pembuka Jakarta World Cinema (JWC) 2026. Karya sutradara Cristian Mungiu tersebut diputar dalam opening ceremony festival film internasional yang berlangsung di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Pemilihan Fjord sebagai film pembuka memberikan kesempatan bagi penonton Indonesia untuk menyaksikan salah satu karya sinema yang mendapat pengakuan tertinggi di dunia. Film ini sebelumnya berhasil membawa pulang Palme d’Or, penghargaan utama dalam Cannes Film Festival 2026.

Pembukaan Jakarta World Cinema 2026 berlangsung dengan kehadiran sejumlah tokoh dari pemerintahan dan industri perfilman. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, turut menghadiri acara tersebut bersama Tudor Vladimir Panduru, Director of Photography (DOP) film Fjord.

Sejumlah figur perfilman Indonesia juga terlihat meramaikan malam pembukaan, di antaranya Kiki Narendra, Faradina Mufti, Morgan Oey, dan Lala Timothy. Pertemuan sineas lokal dan internasional ini menjadi bagian dari upaya JWC menghadirkan ruang interaksi bagi pelaku industri film lintas negara.

Kehadiran Tudor Vladimir Panduru menjadi salah satu momen menarik dalam pemutaran Fjord. Ia datang langsung ke Jakarta untuk memperkenalkan film tersebut sekaligus berbagi pengalaman mengenai karya yang terlibat dalam produksi perfilman internasional.
 

Tudor mengaku senang film Fjord mendapatkan kesempatan diputar di hadapan penonton Indonesia. Menurutnya, perjalanan sebuah film tidak berhenti ketika proses produksi selesai, tetapi justru berlanjut ketika karya tersebut bertemu dengan penontonnya.

“Saya sangat senang bisa hadir di Jakarta dan membawa Fjord ke Jakarta World Cinema. Bagi saya, sebuah film tidak hanya selesai ketika proses produksinya berakhir. Film benar-benar menemukan kehidupannya ketika bertemu dengan penonton. Saya berharap penonton Indonesia dapat menikmati Fjord, merasakan ceritanya, dan mendapatkan pengalaman tersendiri setelah menyaksikannya,” ujar Tudor Vladimir Panduru.

Direktur KlikFilm sekaligus Executive Director Jakarta World Cinema, Frederica, mengatakan bahwa pihaknya bangga dapat menghadirkan film peraih Palme d’Or sebagai sajian pembuka festival tahun ini. 

Kehadiran langsung salah satu sosok di balik produksi Fjord juga menjadi kesempatan bagi penonton untuk mengenal lebih dekat proses kreatif sebuah film internasional.

“Kehadiran Tudor Vladimir Panduru secara langsung juga menjadi pengalaman yang sangat istimewa bagi kami dan penonton Indonesia. Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan film-film terbaik dari berbagai negara sekaligus mengenal lebih dekat para sineas yang berada di balik karya-karya luar biasa tersebut,” ujar Frederica.
 

Frederica menambahkan, Jakarta World Cinema tidak hanya berorientasi pada pemutaran film dari berbagai negara. Festival ini juga diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengenal budaya, memahami persoalan sosial, serta melihat kehidupan melalui sudut pandang yang berbeda.

“Bagi kami, JWC bukan hanya festival untuk menonton film. Ini adalah kesempatan untuk membuka wawasan, mengenal budaya lain, dan melihat berbagai persoalan kehidupan melalui perspektif yang berbeda. Kami berharap penonton Indonesia bisa mendapatkan pengalaman yang berkesan dari setiap film yang ditayangkan di JWC tahun ini,” tambahnya.

Prestasi Fjord di Cannes Film Festival 2026 tidak hanya berhenti pada penghargaan Palme d’Or. Film karya Cristian Mungiu tersebut juga memperoleh sejumlah penghargaan lain, yakni FIPRESCI Prize, Ecumenical Jury Prize, François Chalais Prize, dan Citizenship Prize.

Dari sisi cerita, Fjord mengangkat kehidupan pasangan suami istri asal Rumania-Norwegia bernama Mihai dan Lisbet Gheorghiu. Keduanya memutuskan meninggalkan Rumania dan memulai kehidupan baru bersama kelima anak mereka di sebuah desa kecil di Norwegia.

Awalnya, keluarga Gheorghiu menjalani kehidupan yang relatif harmonis. Mereka bahkan menjalin hubungan baik dengan keluarga tetangga bernama Halberg. Namun, situasi berubah setelah Elia, salah satu anak mereka, datang ke sekolah dengan sejumlah luka memar di tubuhnya.

Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan terhadap pola pengasuhan keluarga Gheorghiu yang dikenal sangat tradisional dan religius. Persoalan kemudian berkembang menjadi konflik yang mempertemukan perbedaan pandangan mengenai agama, pendidikan, kebebasan individu, hingga perlindungan anak.

Dibintangi Sebastian Stan dan Renate Reinsve, Fjord menghadirkan drama keluarga dengan persoalan moral dan sosial yang kompleks. Film ini mengajak penonton mempertanyakan batas antara keyakinan pribadi, kebebasan, serta tanggung jawab orang tua terhadap anak-anak mereka.

Setelah pemutaran film pembuka tersebut, Jakarta World Cinema 2026 akan melanjutkan rangkaian programnya selama sepekan dengan menghadirkan pilihan film dari berbagai negara. 

Jakarta World Cinema 2026 berlangsung secara luring di CGV Grand Indonesia mulai 31 Oktober hingga 7 November 2026. Selain pemutaran langsung di bioskop, penonton juga dapat menyaksikan berbagai film pilihan secara daring melalui KlikFilm hingga 21 November 2026.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA