Melansir laporan dari People dan Bloomberg, Rabu, 29 April 2026, kenaikan bayaran ini memicu spekulasi panas mengenai arah narasi film yang akhirnya mengalami perubahan cerita yang cukup signifikan.
Awalnya, Antoine Fuqua dijadwalkan menerima bayaran sebesar USD10 juta (Rp173 miliar), sementara Graham King mendapatkan USD6 juta (Rp103 miliar). Namun, angka tersebut membengkak drastis; Fuqua mendapat tambahan USD15 juta (sekitar Rp259 miliar), dan King mendapat tambahan USD10 juta (Rp173 miliar).
Juru bicara Graham King berdalih bahwa nominal tersebut merupakan kompensasi atas penundaan proyek-proyek mereka yang lain akibat jadwal syuting ulang yang mendadak.
"Graham King telah mengerjakan film Michael selama tujuh tahun. Karena film tersebut perlu kembali diproduksi dan anggaran baru dikembangkan, King dan Antoine Fuqua harus menunda proyek dan komitmen lainnya. Ini adalah bagian dari anggaran yang baru dibentuk dan merupakan uang muka terhadap film tersebut," ujar juru bicara King.
Namun, di balik alasan teknis tersebut, terungkap fakta bahwa tim produksi terpaksa melakukan perombakan naskah besar-besaran. Pemicunya? Sebuah klausul hukum dari masa lalu Michael Jackson terkait kasus Jordan Chandler pada tahun 1993.
Dahulu, Jackson membayar keluarga Chandler sekitar USD25 juta (sekitar Rp432 miliar) untuk menyelesaikan gugatan perdata. Ternyata, kesepakatan tersebut menyertakan aturan ketat yang melarang keluarga Chandler disebutkan atau didramatisasi dalam bentuk film apa pun.
Ironisnya, tim hukum ahli waris Jackson baru menyadari adanya "ranjau" hukum ini setelah adegan-adegan krusial selesai difilmkan.
Adegan Kelam yang Terpaksa "Dibuang" dari Film Michael
Padahal, naskah asli film Michael sebenarnya sudah menyiapkan porsi untuk menyentuh sisi kelam tersebut. Melansir Variety, terdapat beberapa adegan kuat yang akhirnya terpaksa dihapus, antara lain:Adegan Cermin: Michael Jackson menatap cermin dengan pantulan lampu polisi yang berkedip di belakangnya (merujuk pada kejadian tahun 1993).
Penggeledahan Neverland: Rekaman dramatis saat penyelidik melakukan penggeledahan di kediaman pribadi Michael Jackson, yang berlokasi di Neverland Ranch.
Akibat batasan hukum tersebut, versi final film yang dirilis pada 24 April 2026 di bioskop pun mengalami pergeseran fokus cerit. Cerita kini hanya berfokus pada perjalanan karier emas MJ, mulai dari era masa kecilnya bersama grup Jackson 5 hingga menjelang peluncuran album Bad pada tahun 1988.
Satu-satunya unsur kekerasan yang tersisa dalam film ini adalah perlakuan keras sang ayah, Joe Jackson, terhadap anak-anaknya. Sementara itu, tuduhan pelecehan seksual yang selama ini menjadi kontroversi terbesar sang The King of Pop hilang tanpa jejak dari layar lebar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News