Melalui unggahan di akun X pribadinya, sutradara Christopher Miller mengungkapkan bahwa Amazon MGM Studios telah menyetujui durasi penayangan bioskop yang lebih lama bagi Project Hail Mary. Hal ini menyebabkan film tersebut belum bisa diakses melalui platform digital dalam waktu dekat.
“Kemarin kami telah mengumumkan bahwa MGM memperpanjang masa tayang eksklusif di bioskop untuk PROJECT HAIL MARY, sehingga film ini belum akan tersedia di layanan streaming dalam waktu dekat,” tulis Christopher Miller, dikutip pada Senin, 20 April 2026.
Kembali ke Layar IMAX
Menurut Miller, Project Hail Mary merupakan jenis film yang harus dinikmati di bioskop. Bahkan, film ini dijadwalkan kembali tayang di studio IMAX.“Ini adalah tipe film yang harus dinikmati di layar lebar—dan dengan kembalinya film ini ke layar IMAX secara penuh selama satu minggu saja mulai akhir pekan ini, segera agendakan waktu Anda untuk menontonnya di bioskop sekarang,” tulis Christopher Miller.
We announced yesterday that MGM is extending the exclusive theatrical window for PROJECT HAIL MARY so it won’t be on streaming anytime soon. This is a movie that needs to be seen on a big screen - and w a full return to IMAX screens for 1 week only starting this weekend, make… https://t.co/suK8NYpgWM
— Christopher Miller (@chrizmillr) April 16, 2026
Melansir dari Forbes, biasanya, film produksi Amazon MGM Studios membutuhkan waktu sekitar 45 hari sebelum beralih ke layanan Video on Demand (VOD) di Prime Video. Jika mengikuti pola tersebut, Project Hail Mary seharusnya mulai tersedia di Prime Video antara tanggal 29 April hingga 6 Mei 2026.
Baca Juga :
Tom Cruise Kembali Main di Film Top Gun 3
Kesuksesan Komersial Global
Namun, kesuksesan besar film ini berhasil mengubah rencana distribusi awal. Sejak dirilis pada 20 Maret lalu, Project Hail Mary dilaporkan telah meraup pendapatan domestik sebesar Rp4,62 triliun ($269,8 juta) dan Rp4,35 triliun ($254 juta) di pasar internasional. Total pendapatan global film ini kini telah mencapai Rp8,97 triliun ($523,8 juta).Berdasarkan laporan Puck News, Project Hail Mary menghabiskan biaya produksi bersih sebesar Rp3,42 triliun ($200 juta) di luar biaya pemasaran. Hal ini menunjukkan bahwa pihak studio telah meraih keuntungan besar dari performa global film tersebut.
Sinopsis dan Produksi
Project Hail Mary merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Andy Weir. Film ini diproduseri sekaligus disutradarai oleh duo sineas, Phil Lord dan Christopher Miller.Alur ceritanya mengikuti Ryland Grace (Ryan Gosling), seorang astronot yang berjuang memulihkan ingatannya demi menyelamatkan umat manusia dari kepunahan. Di tengah kesendiriannya di dalam pesawat luar angkasa, ia menjalin persahabatan tak terduga dengan makhluk asing yang mengubah arah misinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News