Kemenangan ini terasa spesial karena diraih Hawley pada nominasi pertamanya di ajang Academy Awards ke-98 tersebut. Selain itu, Frankenstein mencatatkan sejarah sebagai film pertama karya Guillermo del Toro yang berhasil memenangkan kategori Desain Kostum.
Sebelum membawa pulang piala Oscar, desainer asal Selandia Baru ini telah lebih dulu mendapat pengakuan di Costume Designer Guild Award untuk kategori Period Film serta memenangkan penghargaan BAFTA.
Kate Hawley merupakan kolaborator lama Guillermo del Toro. Sebelum mengerjakan Frankenstein, ia telah bekerja sama dengan sang sutradara dalam film Pacific Rim dan Crimson Peak. Keduanya dikenal memiliki perhatian besar terhadap detail visual untuk mendukung narasi cerita.
Rekam jejak Hawley di industri film mencakup berbagai proyek besar, mulai dari The Lovely Bones, trilogi The Hobbit, Edge of Tomorrow, hingga serial The Lord of the Rings: The Rings of Power.
Dalam Frankenstein, Hawley berhasil menerjemahkan emosi karakter melalui detail busana era abad ke-19. Penggunaan tekstur dan potongan pakaian yang ia pilih dinilai mampu menghidupkan karakter ikonik ciptaan Mary Shelley dengan sentuhan magis yang kuat.
Pencapaian ini membuktikan bahwa kostum bukan sekadar pelengkap visual, melainkan elemen vital dalam memperkuat narasi sebuah film.
Selain kategori kostum, film ini juga masuk dalam sejumlah nominasi bergengsi lainnya tahun ini, di antaranya:
1. Aktor Pendukung Terbaik: Jacob Elordi
2. Skenario Adaptasi Terbaik: Guillermo del Toro.
3. Sinematografi Terbaik: Dan Lausten.
4. Musik Orisinal Terbaik: Alexandre Desplat.
5. Tata Suara Terbaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News