Hal tersebut diungkap dalam Konferensi Pers Film Zona Merah di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/4). Meski tetap mengikuti perkembangan teknologi, Tata mengaku kalau tim produksi lebih mengandalkan pendekatan konvensional melalui efek praktis dan visual.
Sutradara ini juga merujuk pada seri Zona Merah serta salah satu filmnya, Malam Pencabut Nyawa (2024), yang disebut memanfaatkan teknik tersebut secara masif.
“Saya bermain special effect yang cukup besar itu kan ada di Zona Merah The Series sama ada satu film, yaitu Malam Pencabut Nyawa gitu. Nah, itu kan memang kami, saya, bermain dengan banyak sekali visual effect yang saya munculkan,” cerita Tata.
Utamakan Efek Praktis dan Visual
Untuk proyek film Zona Merah, sang sutradara memiliki ide untuk menggunakan ratusan hingga ribuan pemain figuran untuk efek praktis. Menurutnya, kehadiran mereka secara langsung dapat memberikan nilai tambahan dalam membangun adegan di film tersebut.“Nah, mungkin kalau kita bicara soal Zona Merah itu tentunya yang akan menjadi menarik kan kami akan melihat bahkan ratusan hingga ribuan extras yang itu bisa jadi kayak semacam stunt, fighter, dancer, dan segala macam gitu,” jelasnya.
Tata pun menambahkan, “Jadi, kami akan memanfaatkan itu sebagai sesuatu yang praktikal gitu. Karena bagi kami, bagaimanapun juga, something practical itu something yang punya value tersendiri dan kami selalu percaya soal itu gitu.”
Di satu sisi, Tata tak memungkiri juga kehadiran teknologi kecerdasan buatan tersebut. Namun, mereka telah bekerja sama dengan sebuah perusahaan efek visual untuk proyek-proyek sebelumnya.
“Jadi, pada hari ini, apa yang kami lakukan itu murni dari cara kerja manusia yang tetap akan ada unsur visual effect-nya,” tegasnya.
Tentang Film Zona Merah
Serial Zona Merah kini resmi melangkah ke layar lebar. Bersama rumah produksi Screenplay Films, mereka mengumumkan proses produksi akan terlaksana mulai April hingga Mei 2026. Film ini menghadirkan skala produksi yang lebih besar, pendekatan visual yang lebih sinematik, serta intensitas cerita yang ditingkatkan secara signifikan.Proyek Zona Merah akan disutradarai oleh Sidharta Tata bersama Fajar Martha Santosa. Sidharta Tata juga terlibat sebagai penulis skenario sementara Fajar Martha Santosa memimpin keseluruhan proses pengembangan.
Dari sisi pemain, proyek ini menghadirkan kombinasi karakter lama dan wajah-wajah baru yang memperluas semesta cerita. Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano, dan Lukman Sardi kembali melanjutkan peran mereka.
Sementara itu, Luna Maya, Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero resmi bergabung sebagai karakter baru yang akan membawa dinamika berbeda dalam cerita. Tak hanya tampil di depan layar, Luna juga mengambil peran strategis sebagai produser eksekutif.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News