Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Joko Anwar melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam unggahan tersebut, sutradara berusia 50 tahun itu mewakili seluruh kru dan pemain menyampaikan rasa terima kasih kepada para penonton yang telah mendukung film tersebut sejak hari pertama penayangan.
"Setelah 55 hari tayang di bioskop Indonesia, kami dari seluruh kru dan cast Ghost in the Cell pamit dari layar bioskop, ya teman-teman," tulis Joko Anwar.
Ia mengaku perjalanan film tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi seluruh tim yang terlibat di dalamnya.
"Terima kasih sudah menjadi bagian dari keluarga besar Ghost in the Cell. Ini adalah film dan pengalaman yang kita miliki bersama. Semua yang kami lalui dalam perjalanan ini tidak akan pernah hilang dari ingatan kami," lanjutnya.
Menurut Joko, pencapaian yang diraih film tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya sebagai sineas.
"Perjalanan ini menjadi salah satu highlight dalam karier kami berkarya, dan semua itu terjadi karena kalian. Terima kasih yang setulus-tulusnya dari kami. We love you," tutup Joko Anwar.
Dari sisi pemain, film Ghost in the Cell diperkuat oleh deretan aktor papan atas Indonesia, di antaranya Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Morgan Oey, Tora Sudiro, hingga Endy Arfian. Film ini juga menjadi salah satu proyek layar lebar yang memperkenalkan talenta baru, Magistus Miftah.
Sinopsis
Ghost in the Cell mengambil latar di Lapas Labuhan Angsana, sebuah penjara fiktif yang dipenuhi praktik korupsi dan konflik antargeng narapidana.Ketegangan mulai meningkat ketika Dimas (Endy Arfian), mantan jurnalis yang dipenjara, memasuki blok tahanan. Kehadirannya bertepatan dengan munculnya serangkaian teror supranatural yang menewaskan sejumlah penghuni lapas secara misterius. Korban-korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan posisi tubuh yang menyerupai instalasi seni grotesk.
Baca Juga :
Film Michael Jackson Raih Rp12,4 Triliun, Siap Geser Dominasi Bohemian Rhapsody dan Oppenheimer
Seiring berjalannya cerita, terungkap bahwa penjara tersebut dihantui sosok gaib yang hanya memburu orang-orang dengan aura negatif, seperti kebencian, kemarahan, dan keserakahan.
Situasi itu memaksa para narapidana yang sebelumnya saling bermusuhan untuk berubah demi bertahan hidup. Anggoro (Abimana Aryasatya), Bimo (Morgan Oey), dan para penghuni lapas lainnya harus berlomba-lomba berbuat baik serta menjaga hati mereka tetap bersih agar terhindar dari teror yang mengancam nyawa.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda