Serial yang pertama kali dirilis di kanal YouTube Nussa Official pada November 2018 ini digarap oleh studio animasi The Little Giantz. Studio animasi tersebut didirikan oleh Aditya Triantoro yang sebelumnya juga dikenal sebagai seorang animator bersama istrinya, Annisa Hadiyanti.
Sayangnya, Nussa dan Rara tak lagi berlanjut. Publik pun mengendus adanya hal tak menyenangkan di balik penghentian kartun animasi tersebut, terutama setelah Annisa mengunggah pengakuan yang melibatkan Aditya lewat akun media sosialnya.
Baca Juga :
Pengakuan Mengejutkan Brooklyn Beckham soal Ibunya: “Saya Dipermalukan di Hari Pernikahan”
Profil dan Perjalanan Karier Aditya Triantoro
Aditya Triantoro lahir di Jakarta pada tahun 1989. Meski begitu, ia banyak menghabiskan masa kecilnya di luar negeri. Diketahui bahwa Aditya sempat menghabiskan waktu di Amerika Serikat dan Singapura selama total 17 tahun, sebelum akhirnya menetap di Indonesia pada tahun 2014.Ia pun menikah dengan Annisa Hadiyanti antara tahun 2014 sampai 2018. Namun, rumah tangga mereka perlahan mulai retak ketika deretan nama perempuan datang silih berganti. Annisa mengaku bahwa ia diceraikan oleh Aditya Triantoro yang lebih memilih salah satu selingkuhan tersebut pada tahun 2022.
Linimasa kandasnya hubungan pernikahan mereka sejalan dengan pemberhentian tayang seri kartun Nussa dan Rara. Disebut juga bahwa Annisa didepak dari perusahaan The Little Giantz dengan alasan “tidak pernah bekerja.”
Melansir dari laman LinkedIn, Aditya sempat menjadi pengembang situs web (web developer) selama satu tahun di Los Angeles, California pada tahun 2001–2002. Kemudian, ia juga menjadi desainer grafis lepas/freelance selama dua tahun.
Aditya Triantoro mulai terjun ke dunia animasi 3D ketika ia ikut menggarap seri kartun panda bertajuk Panshel di tahun 2006. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi animator utama untuk film Sing to the Dawn di Infinite Frameworks Studios.
Pria ini juga pernah menjabat sebagai animator senior di perusahaan animasi Singapura, Sparky Animation selama 10 bulan. Ia pun terlibat dalam proyek film DVD dan seri kartun untuk televisi.
Kemudian, ia pun sempat mengabdi pada sebuah studio animasi ternama dari Singapura, One Animation, selama hampir satu dekade. Ia bekerja di Singapura selama tujuh tahun dan bertanggung jawab dalam proyek-proyek kartun seperti Oddbods, Insectibles, dan Rob the Robot.
Ia menghabiskan dua tahun terakhir di One Animation sebagai kepala cabang kantor animasi di Jakarta, Indonesia.
Akhirnya, ia mendirikan studio animasi The Little Giantz pada 2016 dan menjabat sebagai CEO hingga tahun 2023. Di bawah kepemimpinannya, studio ini meluncurkan hak kekayaan intelektual (IP) populer Nussa pada tahun 2018. Kartun ini pun meraih kesuksesan besar di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara.
Sebelum berfokus mengembangkan IP milik sendiri, The Little Giantz merupakan studio layanan animasi internasional dengan klien global, termasuk proyek seperti LEGO Star Wars, Rabbids Invasion, Moomin, dan film Tiongkok Ne Zha.
Setelah kesuksesannya bersama The Little Giantz, Aditya Triantoro kemudian melanjutkan kariernya dengan mendirikan Adittoro Revolutionary Creatives pada Januari 2024. Kali ini, ia mengemban jabatan sebagai konsultan dan investor untuk industri animasi dan bisnis kreatif Indonesia. Selain itu, Aditya juga menjadi rekan bisnis di Dream Ratio untuk membantu menciptakan peluang bisnis baru hingga mengembangkan IP.
Daftar Proyek Aditya Triantoro
Sebagai Animator/Lead Animator/Character Designer:- Nussa: Bundaku (2019, Short) – Character Designer
- Oddbods (2017, TV Series, 5 episode) – Head of Animation, Senior Storyboard Artist, Head of Studio
- Insectibles (2015, TV Series, 1 episode) – Head of Animation, Head of Studio, Lead Animator
- VeggieTales: Bob Lends a Helping Hand (2011, Video) – Animator
- Rob the Robot (2010, TV Series, 21 episode) – Lead Animator
- Meraih Mimpi (2008) – Animator
- VeggieTales: Tomato Sawyer & Huckleberry Larry’s Big River Rescue (2008, Video) – Animator
Sebagai Producer/Executive Producer:
- Nussa: The Movie (2021) – Executive Producer
- Nussa: Bundaku (2019, Short) – Executive Producer
- Nussa Bisa (2019, Short) – Executive Producer
- Nussa (2018, TV Series, 3 episode) – CEO & Executive Producer
Sebagai Produksi dan Keuangan
- Nussa (2018, TV Series) – Production Accountant
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News